Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Oktober 2017
Karya Pilihan Minggu Ini

Tulisan karya Wiwit Astianing : "THE GUARDIAN JOB #Takdir Pengikat"


Catatan redaksi: Bagian kedua ini lebih bagus dari penggalan awal, yang juga sempat terpilih mewakili pilihan redaksi beberapa waktu lalu. Dalam fiksi ini, kepiawaian Wiwit merangkai cerita lebih terlihat dimana ia memperhatikan rincian imajinasinya lalu berhasil menuangkan detil tersebut menjadi jalinan alur yang cermat.

Walau sebenarnya ide fiksi semacam ini, berbau sci-fi, bukan hal yang baru, patut kita acungi jempol bagaimana Wiwit menggambarkan kekuatan Jonas, kelemahan Kim, misalnya. Wiwit juga sukses menyinggung secuil kehidupan di dunianya Kim, yang meski rekaan, menjadi sesuatu yang penting. Pada bagian terakhir, si kreator turut menyinggung kehidupan asmara Max, menjadikan fiksi ini mempunyai bumbu hiburan keren sebab soal hubungan pria dan wanita tetap menarik buat dibaca. Ditunggu kisah selanjutnya ya, Wit. Benar-benar harus dituntaskan loh.


Video karya Video Inspirasi : "Inspirasi Entrepreneurship: Empat Kaca Mata Kayu Buatan Anak Bangsa"


Catatan redaksi: Simple dan menginspirasi. Begitu kata yang tepat untuk video ini. Pemilihan backsound yang pas dan slide gambar demi gambar berganti teratur dengan tulisan sederhana yang mudah dicerna. Kualitas gambar juga baik, tak ada yang pecah atau buram sama sekali. Tujuan video ini baik, agar karya anak bangsa yakni kacamata kayu, bisa dikenal dan menyodorkan pilihan kepada setiap penonton: mau pilih yang mana?

Namun sayang, musik yang sederhana itu tidak 'Indonesia Banget'. Justru tidak ada Indonesia-Indonesianya sama sekali. Tapi meski begitu, video ini sudah cukup baik untuk merepresentasikan karya anak bangsa. Satu menit kita tidak terbuang sia-sia. Yuk nikmati karya anak bangsa!


Foto karya Pixamola.com : "Kita Tidak Sama, Kita Kerja Sama"


Catatan redaksi: Dalam foto ini kita disuguhi sebuah kenyataan besar: pemuda bukan hanya para mahasiswa atau anak-anak muda di jalan-jalan. Yang disebut pemuda juga mencakup anak-anak yang bermain di sawah, anak-anak kampung yang bahkan tak mengecap pendidikan sama sekali. Anak-anak para petani. Dan sesungguhnya, justru anak-anak itulah yang akan menentukan masa depan Indonesia: apakah akan maju di tangannya atau tidak.

Latar foto ini sangat biasa. Kedua anak dalam foto ini juga biasa. Yang tak biasa adalah semangat mereka. Terasa sekali bahkan semangat yang mewah itu mengalahkan semua hal yang biasa di dalam foto. Jadi, bagaimana nasib anak-anak Indonesia nanti? Apa yang akan terjadi di masa depan mereka? Masa lalu, yakni hari ini, menjadi salah satu faktor penentunya.


Grafis karya Ai Fika Rohmatillah Romdoni : "Ucapan Terima Kasih"


Catatan redaksi: Goresan milik Ai Fika yang unyu, lucu nan menggemaskan. Walau simbol animasi yang ia tampilkan bukan karakter yang benar-benar baru tetapi cara pengemasannya menarik. Dibuat rapi, padat dengan berbagai macam bentuk emoji yang hampir kesemuanya menunjukkan suasana bahagia. Ini bentuk ucapan terima kasih yang sungguh menyenangkan dan menyegarkan untuk dilihat. Siapa pun bisa tersenyum menerima ini. Terima kasih telah berbagi ini di sini, Ai Fika.


Audio karya Indra Intisa : "Perpisahan"


Catatan redaksi: Yang namanya perpisahan pasti selalu menyedihkan. Audio yang diunggah ulang oleh Dicky Armando ini perlu kita apresiasi. Sejak awal, cara bernyanyi dalam lagu ini agak terasa lebay. Di detik-detik pertama sudah disuguhi teriakan tidak jelas padahal isinya kesedihan. Tidak sinkron dengan petikan gitar yang sangat sederhana. Bukan kesedihan yang dirasakan pendengar, justru ketidak jelasan: lagi ngapain sih ini penyanyinya?

Di tengah-tengah​, reff yang mendayu-dayu semakin membanting pembuka di awal. Lagu ini isinya kesedihan, namun seperti tak ada penghayatan sama sekali dari Sang Penyanyi. Beruntungnya, di bagian menjelang ujung, ada puisi yang dibacakan. Meski sedikit, setidaknya bisa menyelamatkan kesan keseluruhan. Meski di akhir, bagian penutupnya pun terasa mengecewakan.

  • view 51