Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 Oktober 2017
Karya Pilihan Minggu Ini

Tulisan karya Mashel D. Wakey : "Berawal dari Kata"

 

Catatan redaksi: Senang kembali menerima sajak khas Mashel D. Wakey ini. Tipikal puisi yang mengandung makna dalam, filosofis dalam balutan kata-kata metafora puitis. Seperti dalam ‘Berawal dari kata’ ini di mana untaian bait ia tuangkan untuk menggambarkan manusia secara umum. Terbaca agak berat, sajak ini menyentuh esensi tiap diri dalam berbagai fase kehidupannya. Lewat puisi ini Mashel mengajak siapa pun tak ragu merangkul emosi apa pun jenisnya saat ia datang, entah senang atau sedih. Tak perlu takut menghadapi semua cobaan dalam hidup sebab pada dasarnya apa yang dirasakan memang manusiawi.



Video karya Video Inspirasi : "Inspirasi Dalam Tiga : Ini Tiga Resikonya Kalau Telat Makan"

 

Catatan redaksi: Persoalan makan ialah kebutuhan primer. Seharusnya manusia tidak perlu diingatkan. Ia mesti tahu kapan akan makan dan harus makan apa untuk memenuhi kebutuhan dalam tubuhnya. Sayang seribu sayang, kebiasaan telat makan kini sudah tak mengherankan lagi. Banyak orang lupa makan padahal ia bisa mengganjal perut dengan sedikit cemilan di sela-sela kesibukan.

Video ini setidaknya bisa menyentil sedikit ketidakpedulian banyak orang akan tubuhnya sendiri. Bahwa makan adalah kebutuhan mutlak dalam kehidupan sehari-hari. Makan bukan masalah sepele, kegiatan itulah yang menopang hidup kita. Sangat berhasil mengingatkan para pelupa makan. Apalagi ditambah penyakit-penyakit tertentu yang akan timbul jika telat makan. Sangat bermanfaat!



Foto karya Heri Setiawan : "Toleransi Wajah"

 

Catatan redaksi: Ada hal mendasar yang amat berbeda dalam foto ini dengan foto-foto yang lain: objek yang tak sempurna. Sebagaimana dilihat, sayap kupu-kupu itu patah sebagian. Namun karena kepiawaiannya dalam mengambil gambar, kupu-kupu terlihat begitu indah: perpaduan cahaya dan pewarnaan yang tak kurang juga tak lebih.

Yang menarik adalah bagian judulnya: 'Toleransi Wajah'. Betapa ketidaksempurnaan melulu jadi fokus semua orang. Padahal di samping ketidaksempurnaan itu ada hal yang amat indah. Seekor kupu-kupu yang tak sempurna itu justru paling sempurna: sayapnya patah namun masih tetap menjalani kehidupannya bahkan rupanya sungguh amat elok. Hal ini yang perlu diresapi.



Grafis karya Mochamad Syahrizal : "Belajar Corat-Coret #1"

 

Catatan redaksi: Sungguh salut dengan Rizal yang selalu rajin dan konsisten belajar mengasah kemampuannya di bidang grafis. Setelah sebelumnya ia banyak berbagi grafis dengan sentuhan beragam teknik kini ia kembali ke dasar grafis, yakni menggambar dan mencorat-coret dengan cukup memakai kertas bekas tugas sekolah dan pensil bekas ujiannya.

Ada tiga unggahan denga nisi coretan tetapi kami memilih yang bagian pertama ini sebab Rizal membuat beberapa jenis makhluk aneh, yang mungkin terinspirasi dari film animasi yang pernah ia tonton. Yang kami beri poin lebih dari unggahan yang ini sebab di sini Rizal berani bermain dengan fantasi dan kreativitas tanpa batas dibanding yang lainnya. Tak jarang gambarnya pun ada yang sungguh rumit tetapi tetap bagus. Mengamini kata Rizal sendiri dengan melihat hasil gambarnya, ternyata memang tidak sesederhana yang dibayangkan. Keep it up, Rizal!



Audio karya Fitrahadi Prawira : "Semoga Kau Berkenan"

 

Catatan redaksi: Perpaduan suara dari berbagai macam alat musik di awal sangat menghipnotis pendengar. Saat suara pertama masuk, sayangnya, masih dikalahkan musik yang mengalun lantang. Sampai sepuluh detik kemudian nada yang dihentakkan terasa monoton. Saat musik mulai meninggi, si penyanyi pun meninggikan suaranya. Dan di bagian reff inilah puncak dari lagu ini.


Lagu ini dibangun dengan emosi yang biasa di awal, kemudian meninggi di bagian tengah dan total di akhir. Hentakannya pas dengan lirik yang dilontarkan. Sangat cocok untuk yang sedang dilanda cinta. Sayang saja, musik lebih mendominasi ketimbang liriknya. Padahal isi liriknya sangat romantis.