Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Oktober 2017
Karya Pilihan Minggu Ini


Tulisan karya Wiwit Astianing : "The Guardian Job #Perjumpaan Max dengan Kim"


Catatan redaksi: Yang menarik dari fiksi ini rasa penasaran yang masih tetap berlanjut hingga penggalan cerita ini berakhir. Si kreator, Wiwit Astianing, sanggup memenuhi janjinya di akhir tulisan yang akan menyambungkan fiksi ini di bagian berikutnya.

Selain poin tersebut, hal lain yang bagus dari rekaan ini adalah kemampuan sang penulis dalam menampilkan dialog menggigit disesuaikan dengan karakter tokoh-tokohnya. Sehingga kita pun bisa mengetahui bahwa Max merupakan tokoh yang tegas dan teguh pada pendirian. Sedangkan, Kim, di lain pihak adalah wanita yang periang dan suka teka-teki sekaligus lembut. Ditunggu bagian berikutnya, Wiwit!

Video karya Windi Ariesti : "Perjalanan Terjauh"


Catatan redaksi: Selain pemilihan musik yang pas dan pengucapan kata demi kata yang berbeda dalam penekanan yang wajar, sejak awal video ini mengajak penontonnya menebak-nebak apa sebenarnya perjalanan yang paling jauh. Di awal-awal tentu akan tersirat kematian. Tetapi Windi piawai membawa emosi penontonnya ke dalam hal yang semakin membuat penasaran. Ia mengucap kata demi kata dalam perjalanan kehidupan manusia di dunia.

Selanjutnya di ending video ini kita dibuat tertawa sekaligus meringis. Bagi Windi, perjalanan ke masjidlah yang paling jauh sebab untuk ke masjid, manusia mesti menaklukkan hawa nafsu dalam dirinya terlebih dahulu seperti melawan keinginan duniawi dan bagaimana menanamkan niat ibadah dengan ikhlas. Good job, Windi!



Foto karya Agni Alam : "Fajar Menyingsing atau Senja yang Hilang"


Catatan redaksi: Apa bedanya senja dan fajar jika disandingkan? Keduanya tentu punya komposisi sama dan seolah kembar identik. Agni mengajak kita merenung bagaimana jika fajar bukanlah fajar dan senja yang kita maksud ternyata justru fajar yang menyingsing menyerupai senja?

Untuk memastikan ia menyodorkan dua foto berbeda dimana yang satu ia ambil saat fajar dan yang satunya lagi diambilnya saat senja. Kita pun dibuat bingung sebab kedua foto itu serupa. Bagaimanapun, senja dan fajar memproduksi sinar matahari dan warna langit yang sama. Satu yang tak boleh kita lupakan: senja membawa matahari pergi dan fajar mendatangkannya kembali. Maka, matahari yang tak ada ialah fajar dan jika matahari tenggelam ia pasilah senja. Tebakan yang menyenangkan, Agni!


Grafis karya Adi Prayuda : "Menghindari Sepi"


Catatan redaksi: Senang membaca meme bijak nan realistis buatan Adi Prayuda ini. Kalimatnya kali ini sekali lagi menyuarakan kerisauan banyak orang zaman sekarang. Kehadiran ponsel pintar yang seolah membuat hidup ramai membuat kata-katanya di sini sangat relevan. Banyak yang mencoba menghindari sepi padahal ia bagian lumrah dalam kehidupan siapa pun. Yang perlu kita lakukan bukanlah lari dari kesepian melainkan merangkul sepi itu tak hanya saat berhenti melainkan juga saat ia datang kapan pun ia mau. Terima kasih untuk kata-kata bagusnya, Adi


Audio karya Hilma YR : "Merdekakah"


Catatan redaksi: Merdeka, dalam perspektif apapun selalu punya masalah terlebih kemerdekaan sebuah negara. Dalam kasus apapun, jika pun Indonesia dianggap belum merdeka dalam beberapa hal, kita tak bisa menafikan bahwa Indonesia sudah merdeka dan diakui dunia. Puisi ini agak lawas ditulis tahun 2015 namun gaung penjiwaannya tak lekang bahkan sampai dua tahun kemudiannya yakni 2017.

Sayangnya, puisi ini dibaca dengan gaya baca yang sangat mainstream dan dalam pembacaan pun tidak ada penekanan yang sungguh-sungguh untuk setiap kata yang penting, sehingga makna yang dicerna cenderung bias. Namun satu yang kita bisa pelajari dari puisi ini: sebelum merdeka apapun bagian-bagian dari negara Indonesia, di dunia ini Indonesia sudah diakui kemerdekaannya. Tak bisa disangkal, Indonesia memang benar-benar sudah merdeka.