Kazuo Ishiguro Awalnya Pikir Berita Dirinya Menang Nobel Sastra ‘Hoax’

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 06 Oktober 2017
Kazuo Ishiguro Awalnya Pikir Berita Dirinya Menang Nobel Sastra ‘Hoax’

 
Penulis berkewarganegaraan Inggris kelahiran Jepang Kazuo Ishiguro mengatakan dirinya merasa terhormat sekaligus ‘sangat terkejut’ mengetahui dirinya disebut memenangkan Hadiah Novel untuk Sastra 2017, bahkan awalnya mengira informasi tersebut ‘berita palsu’, tulis Guardian.com pada Jumat (6/10/2017).

Kamis waktu Swedia, The Swedish Academy mengumumkan Kazuo Ishiguro sebagai peraih Hadiah Nobel untuk Sastra tahun ini sebab ‘novelnya yang teramat memusatkan pada emosi telah membukakan jalan bagi lubang yang dalam di bawah akal ilusi kita terkait dengan dunia.”

Kazuo Ishiguro mengatakan dirinya sangat tidak menyangka akan menang meski masuk dalam daftar calon juara penghargaan tersebut tahun ini. “Benar-benar tidak aku sangka.  Agenku menghubungiku lalu bilang sepertinya mereka baru saja mengumumkan diriku menang Nobel tetapi kan ada banyak berita bohong akhir-akhir ini jadi sulit untuk percaya pada siapa atau apa jadi aku tidak percaya hingga wartawan mulai menelepon dan antri di luar pintu (rumahku),” kata Kazuo, 62 tahun.

Kazuo memang beralasan dirinya terkejut sebab ia sebenarnya bersaing dengan penulis hebat yang sudah diakui karya-karyanya, seperti Margaret Atwood, Ngugi Wa Thiong’o and Haruki Murakami.

Kazuo lahir di Nagasaki, Jepang, lalu pindah ke Inggris saat berusia lima tahun. Ia lulusan University of Kent dengan gelar sarjana bidang Bahasa Inggris dan Filosofi pada 1978 lalu memperoleh gelar Master dari University of East Anglia untuk kepenulisan kreatif pada 1980. Ia pernah empat kali masuk nominasi penghargaan sastra bergengsi Inggris, Man Booker Prize, lalu akhirnya menang lewat novelnya ‘The Remains of the Day’ pada 1989. Novel lainnya yang sangat terkenal adalah ‘Never Let Me Go’ pada 2005. Karya teranyarnya, yakni ‘The Buried Giant’ keluaran 2015.

Kazuo berharap penghargaan ini tidak menandai akhir dari karirnya sebagai penulis. “Aku sudah lama bertarung menentukan apakah aku akan jadi penulis layaknya selebritis atau mencari waktu dan ruang untuk benar-benar menulis jadi aku harap menulislah yang hanya akan berlanjut dan tidak akan berbeda dari yang telah terjadi sebelumnya.”

Pemenang hadiah ini akan memperoleh uang tunai 9 juta krona atau US$1,1 juta. Penerimaan akan diumumkan selanjutnya. Selamat dan terima kasih untuk karyamu, Kazuo!

Sumber bacaan pertama , kedua  dan ketiga
 

  • view 340