Toko Buku Konvensional, Riwayatmu Kini..

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 September 2017
Toko Buku Konvensional, Riwayatmu Kini..

Sudah bukan barang baru lagi era digitalisasi mengubah banyak era kehidupan manusia, tak terkecuali dunia buku dan percetakan. Di zaman yang segala rupa kini hampir bisa dipesan lewat genggaman, hidup terasa mudah dan serba cepat. Dalam dunia perbukuan pun, buku, novel atau karya apa pun bisa dipesan lewat online. Tak seperti dulu dimana kita harus ke toko buku demi menikmati bacaan kesukaan.

Tak ayal toko buku di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir banyak yang bertumbangan. Sudah lama berjibaku dengan minat baca masyarakat Indonesia yang rendah kini dihadapkan pula dengan persaingan dengan dunia pesan-memesan lewat internet. Indra Laksana, Wakil Ketua Bidang Humas, Riset dan Informasi Ikatan Penerbit Indonesia atau IKAPI Pusat, mengatakan penjualan buku juga terus menurun sebab publik lebih tertarik membaca yang bersifat multimedia atau berbasis daring.

Dengan kata lain, internet memang meningkatkan minat baca masyarakat tetapi tidak untuk buku. Jenis yang sering dibaca adalah yang bersifat multimedia. Walau pada akhirnya pilihan membeli di toko buku konvensional atau online kembali ke pribadi masing-masing, tak ada salahnya membahas pilihan beberapa jenis toko buku yang tetap buka di tengah persaingan harga dengan toko buku online yang jauh lebih murah dan mudah.

Pertama-tama, ada toko buku yang memang menyasar kutu buku yang tak keberatan merogoh kocek dalam untuk membeli buku, majalah atau tabloid dengan harga mahal sekali pun sebab mayoritas memang impor. Di Indonesia kaum ini tidak banyak memang tetapi mereka tetap ada. Jika sudah sukses mengambil hati pencinta buku jenis ini maka tak heran si toko bisa tetap beroperasional karena mereka sudah punya pelanggan tetap. Siasat lainnya, toko ini melayani pemesanan online untuk buku impor. Jadi calon konsumen bisa memesan lewat toko buku ini daripada memesan sendiri yang super lama.

Lalu ada toko buku yang menjual buku-buku langka atau lama. Lagi-lagi, hanya pembeli kalangan tertentu yang akan mencari keberadaan toko buku jenis ini. Dan jumlahnya juga tak banyak. Tetapi toko buku tipe ini bisa meraup pasar selain dari si kutu buku juga dari kalangan akademis yang memang mencari judul tertentu yang sudah tak naik cetak lagi, biasanya untuk keperluan pekerjaan atau pendidikannya. Jika sudah begitu maka buku bisa dijual dengan harga mahal.

Ada pula toko buku yang melengkapi jualannya dengan barang-barang yang bahkan tidak berhubungan dengan buku atau perlengkapan buku sekali pun. Hal ini agar mereka masih bisa meraup untung walau mungkin tidak didominasi oleh laba dari sektor buku atau perlengkapan buku.

Apa pun strategi yang dipakai salut bagi manajemen yang tetap bertahan di tengah maraknya toko online. Kalau kalian, inspirator, masihkah kalian rajin pergi ke toko buku? Mengapa dan apa yang biasa kalian beli di sana? Bagi dong pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini…

Selamat membaca!

Sumber bacaan dari sini

 

  • view 518