Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 September 2017
Karya Pilihan Minggu Ini

 

Tulisan karya Kartini F. Astuti : "Selebgram"

 

Catatan redaksi: Selalu memberikan kesan tersendiri membaca opini dari Kartini F. Astuti, termasuk si ‘Selebgram’ ini. Mengangkat tema yang segar sudah pasti. Bahasanya nyinyir mengigit itu juga sudah jadi jaminan. Bahasa Kartini lugas, tidak berbelit dan pastinya kritis. Poin plus di hampir setiap tulisannya adalah Kartini memasukkan elemen relijius. Tak banyak penulis yang bisa memberi dakwah secara tepat sasaran, menggelitik plus kekinian seperti Kartini ini.

 Banyak yang akan tertohok membaca tulisan ini, bahkan yang merasa bukan selebgram sekali pun. Sebab tak hanya menyinggung fenomena Instagram yang memunculkan selebgram dengan segala jualan mereka tetapi juga efek ketenaran yang ternyata tidak menjamin ketenangan hati seorang selebgram. Pengandaian selebriti dalam kisah nabi menjadi aspek tulisannya yang paling beda dari kebanyakan opini tentang selebgram yang mungkin biasa kita baca sebelumnya. Di sini, salut buat Kartini yang selalu mengajak pada kebaikan, tanggung jawab yang ia tuntaskan sebagai penulis yang amanah.

 Jika boleh memberi saran, pemilihan contoh Ernest Hemingway, Robin Williams dan Kurt Cobain sebaiknya bisa diganti dengan selebgram yang bermasalah walau memang ke-3 nama tersebut orang yang sangat tenar. Tetapi mereka sudah lebih lama populer sebelum Instagram lahir. Anyway, keren sekali ini , Kartini..



Video karya Ramadhani Syah Fitri : "Liputan Museum Surabaya"

 

Catatan redaksi: Video sederhana ini sangat bisa membuat siapapun yang menonton terketuk hatinya untuk berkunjung ke museum. Sederhana, mudah dicerna dan praktis. Cara penyampaian yang anak muda banget, tidak kaku, dan menciptakan suasana menyenangkan saat menontonnya. Untuk ukuran sebuah tugas, video ini sudah sangat mumpuni. Semoga ke depannya akan ada banyak video seperti ini yang dibuat anak-anak muda. Dan semoga tidak dibuat hanya saat mengerjakan tugas saja tetapi juga karena kesadaran dari dalam hati. Semoga.



Foto karya Umie Poerwanti : "When Nature Try To Talk"

Catatan redaksi: Hal-hal kecil, atau bahkan terpinggirkan menjadi fokus objek Umie. Teknik macrography yang sangat oke, ditambah selera objek sederhana namun menjadi unik. Mawar setengah busuk ternyata menyimpan banyak keindahan di dalamnya. Perpaduan warnanya justru melebihi keindahan mawar yang bahkan belum dipetik bunganya: indah. Ilalang dan rerumputan yang dibidik sebenarnya biasa tapi karena angle yang tepat, objek-objek itu jadi muncul keindahannya. Sempurna. Beberapa foto yang ditampilkan sangat bisa menjernihkan pikiran.



Grafis karya Mochamad Syahrizal : "Rain & Me"

 

Catatan redaksi: Manipulasi yang satu ini lebih terasa rapi dan lembut dari yang sebelumnya (The Sad Angel). Grafis karya Rizal ini terlihat halus pengerjaannya. Butiran hujan yang sengaja diperlihatkan rintiknya membuat grafis ini mampu menampilkan kesan sendu dengan latar belakang langit yang sedang mendung.

Tatapan model yang datar cenderung tanpa ekspresi membuat grafis ini terasa pas seolah ingin menyampaikan kegundahan dalam hati mumpung suasana manipulasi sukses mengetengahkan drama dalam gambar ini. Oke sekali, Rizal!



Audio karya Bigpaln Band : "Ku Bisa Tanpamu"

 

Catatan redaksi: Kemendayuan lagu kadang bisa diterima pendengar, katakanlah telinga Indonesia dan kadang ada yang tidak bisa. Lagu ini, meski mendayu dan terlalu gampang ditebak lirik dan isinya, tapi tidak membosankan untuk didengar. Ada semacam daya tarik tersendiri. Dari segi vokal dan ketukan nada yang konsisten, direkam dengan sepenuh hati. Namun, alangkah baiknya lagu mendayu-dayu sesegera mungkin dihindari sebab sudah terlalu banyak lagu sedih dimainkan dan berakhir begitu saja sebagai bukan apa-apa. Semoga lagu ini tidak begitu.

  • view 67