Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 September 2017
Karya Pilihan Minggu Ini

 

Tulisan karya Aji Latuconsina : "Landasan Hati Menanti"

 

Catatan redaksi: Sajak galau singkat dari Aji Latuconsina yang mendayu biru. Puisi ini enak dinikmati dalam balutan sedih yang ia sampaikan. Terlebih, seperti biasa, Aji banyak menggunakan elemen alam atau lebih tepatnya mempersonifikasikan sekitar untuk menyampaikan perasaan si narator.

Puisi ini menggambarkan kebingungan si narator tentang perasaan yang ia alami. Kalbunya tengah bergejolak dan mendung. Cara tepat baginya adalah menuangkan semuanya ke dalam karya bagus seperti ini. Sungguh kondisi ini menjadi inspirasi tersendiri baginya.

 

 

Video karya Irvan Sanjaya : "Brother Effect"

 

 

Foto karya Kaktus Mockingjay : "Sunset Pantai Nipah"

 

Catatan redaksi: Suasana pantai sudah sangat biasa. Apa yang ditawarkan dari foto ini sama adanya. Suasana senja yang direkam dalam pemandangan yang sepenuhnya indah. Yang membedakan tentu saja warna dan gaya memotret. Bagaimanapun, pohon yang agak sedikit menghalangi hamparan laut cukup mencolok mata. Terlebih jika komposisi warna dari objek tertentu muncul tiba- tiba dan merusak warna yang ditawarkan. Akan fatal akibatnya. Overall, pantai dalam gambar ini sangat indah dan istimewa, punya kekayaan warna yang tak seperti pantai lainnya.

 

 

Grafis karya Mochamad Syahrizal : "Hayu Ulin"

 

Catatan redaksi: Desain poster film yang tersampaikan dengan kesan horornya meski promo seperti ini biasa kita lihat. Walau secara ide bukan hal yang terlalu baru namun keunggulan gambar ini tentu dari penyuntingannya, yang sangat memperhatikan detil sehingga seram terasa.

Penampilan tokoh poster juga pas dalam arti memang benar terlihat menakutkan tanpa terasa menjijikkan. Elemen darah sudah tepat yakni dengan ditambahkan secukupnya. Bagus, Rizal!

 

 

Audio karya Ramadhani Syah Fitri : "Berjalanlah Di Depanku"

 

Catatan redaksi: Duet maut terjalin hangat. Suara Ramadhani yang membulat lembut dan suara Rico yang agak cempreng namun merdu bersatu padu memberikan nyawa dalam lagu. Musiknya sudah pas. Penuh penghayatan sangat terasa. Namun sayang, mungkin bagi pendengar akan sangat bosan dengan jenis duet yang itu-itu saja: bergantian sedih dan mengungkapkannya dengan bernyanyi, diwakili lirik. Mungkin akan lebih baik jika ada teknik berduet baru yang di tawarkan.

  • view 64