Perpustakaan ... Masih Adakah Tempat Bagimu di Kalangan Millenial?

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 September 2017
Perpustakaan ... Masih Adakah Tempat Bagimu di Kalangan Millenial?

Sewaktu masih sekolah atau kuliah banyak yang mengunjungimu dengan berbagai alasan. Ada yang memang mencari referensi untuk mengerjakan tugas kuliah, membaca buku atau novel sebab tak punya uang untuk membelinya. Hingga ada yang pergi kepadamu untuk menghilangkan suntuk.

Masih ingat kartu perpustakaan yang pernah kami punya. Biasanya berwarna putih, berisikan daftar buku yang sedang dipinjam, sudah dikembalikan atau belum. Malu rasanya jika baru sedikit judul yang tertulis di situ. Tidak malu mengakui tak semua dari kami rajin membaca, apalagi untuk urusan bukan terkait sekolah atau kuliah.

Kau jadi tempat yang akrab bagi kami, setidaknya hingga kami lulus SMU. Saat kuliah kami masih membutuhkanmu meski tak sesering dulu berseragam putih abu-abu. Sebab kami anak kuliahan punya tempat main yang lebih beragam dan lebih menggoda. Maklum waktu belajar kami di kampus berbeda-beda, bisa bolos bahkan. Semua terserah kedisiplinan kami mengatur semuanya, termasuk mengatur jam kunjung kami ke kamu.

Sungguh banyak yang lebih menarik buat pergi saat waktu senggang selain melipir ke kamu. Deretan kafe Instagrammable paling susah kami hindari. Padahal dipikir-pikir pergi ke kafe tersebut tak gratis, beda dengan mengunjungimu. Tetapi tuntutan eksistensi di media sosial sudah jadi makanan kami sehari-hari. Belum lagi ingin bergaul, punya banyak teman dan lainnya.

Kadang kami berpikir,  haruskah semua perpustakaan dibuat cantik, kreatif biar bisa jadi tempat nongkrong hits a la anak muda seperti kami? Dicat warna pastel atau seperti pelangi lalu ditempeli berbagai kutipan penggugah semangat, misalnya. Atau diberi dekorasi bunga, pohon artifisial biar kamu terlihat minimalis nan indah.

Ahh.. Sebegitu pentingkah visual dibanding arti kehadiranmu untuk peradaban manusia? Tak ingatkah kami bahwa engkau sumber ilmu pengetahuan, tempat nenek moyang kami berbagi ide, gagasan hingga bisa mengubah budaya pikir manusia sejak ribuan tahun yang lalu?

Manusia zaman dulu begitu menghargai ilmu, susah payah menuliskannya ke dalam papirus lalu menjaganya sepenuh hati. Masih ingat peradaban kuno begitu tersentak saat pusat budaya saat itu, perpustakaan Alexandria di Mesir, terbakar beberapa kali. Hingga kini spekulasi masih berkembang perihal siapa yang membakarnya, termasuk rumor bahwa tentara Julius Caesar melakukannya pada tahun ke-48 SM.

Seiring dengan perubahan zaman, menjagamu sebagai pusat pemikiran jadi tantangan yang sangat pelik. Banjir informasi hingga hoax kami terima setiap hari melalui ponsel kami. Ilmu terasa instan kami nikmati sampai kami terlelap dalam segala kemudahan ini sehingga mengunjungimu sebagai tempat bersenang-senang bersama ilmu menjadi ide yang terasa aneh.

Semoga kami tak menyia-nyiakan gedung Perpustakaan Nasional yang saat ini sedang dibangun di kawasan jalan Medan Merdeka Selatan, yang akan menjadi gedung perpustakaan tertinggi di dunia dengan 27 lantai. Mudah-mudahan kami dapat merawatnya dan menjadikannya, dan juga perpustakaan lainnya, sebagai tempat kami eksis sehari-hari demi membuat ilmu sebagai kawan terbaik mengarungi zaman yang semakin penuh dengan tantangan.

Ditulis dalam rangka memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan Nasional yang jatuh pada 14 September 2017.

Sumber bacaan: Wikipedia

  • view 63