Inspirator Minggu Ini: Harmawati

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 September 2017
Inspirator Minggu Ini: Harmawati

Yang paling diingat dari kreator yang satu ini adalah campuran karya-karyanya yang terkadang Bahasa Indonesia lalu ada pula yang berbahasa Inggris. Berbahasa renyah, ringan dan banyak mengeksplorasi emosi dan perasaan, tulisan-tulisan Harmawati layak disebut mewakili curahan hati anak muda kekinian. Belum lagi foto thumbnail di hampir setiap unggahannya yang mayoritas komik membuat galeri pribadinya terasa sangat segar dan kekinian.

Sudah menelurkan 113 karya dan tiga project, kreasi Harmawati hampir selalu laris dilihat inspirator lainnya. Salah satu kekuatan karyanya tentu saja tema yang sangat universal alias sangat akrab dialami oleh banyak orang. Ia langsung mewujudkan ini lewat pemilihan judul tulisan, yang bisa langsung membuat pembaca mengekliknya. Tidak percaya?

Melihat judul menarik seperti ini, “Asal Mula Baper”, Harma sukses mengajak pembaca penasaran untuk mengeklik karyanya. Banyak sekali dijumpai trik Harma seperti ini. Contoh lainnya, “Dear kamu; harus aku apakan rindu ini?” dan “Surat terbuka untuk kamu yang masih meragukanku.” Itu baru dua contoh tulisan yang dari judulnya saja kita bisa bilang celotehannya mewakili perasaan banyak orang di luar sana.

Selain urusan menyuarakan rasa banyak orang tentang cinta dan asmara, Harma juga pintar menuangkan unek-uneknya soal skripsi, yang lagi-lagi turut merepresentasikan apa yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir. Silahkan baca sendiri dalam ‘3 Top Baper Mahasiswa Tingkat Akhir’, yang tak mengherankan meraih ribuan views sebab ya selain cerdas dan membumi dalam memilih tema, tulisan Harma asyik sekali dinikmati, ‘menusuk’ yang justru menyemangati.

Tak melulu bernada riang dan ceria, inspirator asal Pangkep ini beberapa kali berbagi rasa haru sebab menulis tentang ayah dan ibu yang sangat ia sayangi. “Dear, my great Dad” dan “Ayah, Ibu kalian selalu di hati (tentu saja)” banyak mengingatkan kasih sayang orang tua semasa kecil yang akan terus kita ingat saat beranjak dewasa. Saat umur sudah bertambah barulah kita semakin menyadari dan merindukan sikap orang tua menyayangi dan mendidik kita dengan cara mereka sendiri.

Tetap rajin berbagi di sini, Harmawati!

 

  • view 100