Empat Tips Biar Semangat Lagi Baca Buku yang Sempat Dimuseumkan

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Agustus 2017
Empat Tips Biar Semangat Lagi Baca Buku yang Sempat Dimuseumkan

Tak sedikit dari kalian atau pencinta buku pada umumnya berada pada posisi dimana tak lagi bersemangat membaca novel yang sudah dibeli atau diunduh. Entah kecewa dengan alur cerita atau tokoh yang ada di buku tersebut atau sekadar malas dan sibuk, buat kalian yang suka sekali membaca buku, meletakkan novel mangkrak di rak buku manis kalian selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bukan hal yang menyenangkan buat dilihat.

Istilah kami, itu salah satu dosa kutu buku, yang sebisa mungkin akan dihindari meski kadang, atau kalau bisa sangat jarang, tetap saja terjadi. Buat kalian yang kebetulan sedang ingin membuka kembali novel yang baru setengah dibaca sebab merasa bersalah telah meletakkannya lama tidak tersentuh, siapa tahu salah satu tips ini cocok kalian coba

  1. Sengaja tidak membacanya hingga waktu tertentu

Jika mentok melanjutkan membaca novel tertentu lebih karena alur membosankan maka bisa mencoba dengan tidak membacanya untuk sementara waktu. Selama rentang waktu istirahat ini inspirator bisa tidak membaca novel atau buku sama sekali lalu mengisinya dengan hal lain yang tidak ada hubungannya dengan membaca buku. Lalu tetapkan tenggat waktu dalam mengambil masa rehat ini, satu bulan, dua bulan, misalnya. Lalu cobalah kembali membaca buku setelah tenggat waktu terlampaui. Tujuannya sih agar otak segar lalu menghilangkan rasa bosan tersebut.

  1. Menyelanya dengan membaca buku lain

Inspirator bisa pula mencoba cara ini, yakni mengisi masa istirahat membaca judul tersebut dengan menikmati buku atau novel lain dengan tema yang jika bisa, berbeda dari buku yang sedang kalian malas baca. Upayakan si buku atau novel penyela ini lebih tipis dari buku utama yang ingin kalan hindari. Tujuannya agar otak yang sedang malas menyerap kembali cerita si buku utama tetap terisi dengan hal yang bermanfaat namun lebih tipis sehingga tak perlu bekerja ekstra keras.

  1. Beralih ke majalah, tabloid hingga TV

Membaca majalah atau tabloid fisik semakin jadi hal yang langka di zaman serba digital seperti sekarang ini. Tetapi bukan berarti membaca tulisan pendek dengan hamparan gambar atau foto bagus, meski ya memang banyak diedit, jadi hal kolot untuk dilakukan. Coba deh sesekali membeli dan menikmati tulisan gaya hidup, kuliner atau tentang gadget lewat majalah atau tabloid. Otak biasanya akan langsung segar lalu pelan-pelan bisa beradaptasi membaca buku yang sedang kalian hindari tersebut.

  1. Merenung

Merenung lalu belajar menjadi pembaca yang konsisten. Melempar ingatan kembali ke waktu ingin membeli buku atau novel tersebut, apakah karena tertarik atau tergoda diskon semata. Memikirkan kembali alasan sebenarnya mengapa buku tak kunjung rampung dibaca. Jika kejadian ini sudah sering terjadi maka saatnya inspirator melakukan introspeksi diri bahwa membaca memerlukan konsistensi diri yang luar biasa. Setidaknya berlatih sabar. Jika sudah memutuskan membeli buku maka rampungkanlah. Apa pun caranya. Tepati janji yang sudah dibuat untuk diri sendiri.

Ada tidak di antara inspirator yang pernah sukses rampung membaca buku setelah lama menganggurkannya? Share yuk di kolom komentar.

 

  • view 48