Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Agustus 2017
Karya Pilihan Minggu Ini

 

Tulisan karya Shanti Agustiani : "Ijinkan Dita Menggambar!"

 

Catatan redaksi: Yang konsisten lagi dari tulisannya Shanti Agustiani; mengetengahkan tokoh perempuan dan segala konflik di antara mereka. Kali ini Shanti mengangkat cerita Dita, yang kami yakin mewakili kisah salah pengasuhan orang tua modern saat ini dimana orang tua sibuk bekerja lalu sang ibu kurang perhatian terhadap putrinya sendiri. Seperti nasib Dita ini yang mencari kasih sayang dari nenek yang pada akhirnya meninggal dunia. Beruntung Dita suka menggambar yang tak hanya jadi tempat ia menyalurkan bakat tetapi jadi tempatnya mengekspresikan suasana hati.
Ditulis dengan bahasa yang lugas dalam struktur organisasi yang baik, fiksi ini selain enak dinikmati juga berhasil mengeksplorasi emosi tokoh-tokohnya. Akhir kisah fiksi ini juga asyik dimana Dita tumbuh jadi orang kuat di usia yang masih sangat belia. Walau ia tahu sang ibu hanya mendukung hobinya demi mengejar nama baik di hadapan banyak orang, Dita tetap menggambar. Keinginan polos anak kecil yang berarti banyak untuknya.



Video karya Fahri Rizki Cheko : "PAP Aerial Video (Residences)"


Catatan redaksi: Patung merupakan salah satu kreativitas seseorang yang merupakan salah satu bentuk konkret dari sebuah seni . Salah satu bentuk patung yang cukup sering dijumpai adalah patung kuda. Kuda melambangkan semangat , loyalitas, keberanian, enerjik, serta tajam mencari peluang. Jadi tidak aneh lagi kehadiran patung kuda di berbagai tempat bisnis bukan hanya memperindah suasana, tapi juga sebagai lambang yang lebih bermakna.

Kurang menarik dan kurang lengkap kalau video ini sebagai video promosi. Karena terlalu lama mengeksplor patung kuda dan angle yang diambil pun monoton. Alangkah baiknya, diperkaya dengan footage model rumah dan fasilitas komplek rumah itu sendiri.


Foto karya Imam Budiman : "Terjebak di Dunia Berbeda"

 

Catatan redaksi: Akhir-akhir ini generasi yang lahir tahun 1980 - 1994 banyak diperbincangkan. Generasi ini sering disebut ‘generasi milennial’. Generasi yang sering menjadi perbincangan mulai dari segi pendidikan, moral, budaya, etika kerja, ketahanan mental dan penggunaan teknologi. Yang mencolok dari generasi ini dibanding dengan generasi sebelumnya adalah, soal penggunaan teknologi dan budaya. Kehidupan generasi ini tidak bisa lepas dari teknologi, terutama internet dan entertainment/ hiburan yang sudah menjadi kebutuhan pokok.

Seperti potret yang diabadikan oleh Imam ini memberi contoh begitu jelas, dua orang yang berbeda generasi. Di mana salah satu dari mereka sedang asik bermain gadget dan seorang lagi sedang tertidur pulas.Generasi millennial yang cenderung meninggalkan budaya, hedonisme, party dan pergaulan bebas menjadi sorotan generasi sebelumnya. Tapi generasi millennial harus membuktikan bahwa tidak semua anak muda seperti itu. Ayo, sebagai anak muda, kita buktikan dengan karya- karya yang akan mengguncang dunia!



Grafis karya Elmiah Fattah : "Pelan- Pelan Saja"

 

Catatan redaksi: Kata-kata yang dibuat oleh Elmiah Fattah ini dalam sekali dan banyak mewakili perasaan mereka yang sedang mengalaminya. Ditulis dalam grafis yang polos, pesan karya ini sangat mengena.

Menyembuhkan luka hati tak perlu buru-buru. Percuma saja menyembuhkan hati dengan melabuhkan hati ke orang baru jika hati masih tertaut pada orang sebelumnya. Yang ada malah hanya akan menimbulkan luka hati yang baru. Di sini sabar jadi kuncinya. Terima kasih telah berbagi pengingat ini, Elmiah.



Audio karya Heru Soetrisno : "We Called Home"

 

Catatan redaksi: Heru Soetrisno yang berkolaborasi dengan band asal Solo, Rap N Respect ini layak di dengarkan. Band yang bergenre hip-rock atau kombinasi antara musik rap dan rock ini harus kita apresiasi.

Band yang berdiri sejak tahun 2010 ini mempunyai visi sebagai berikut:
Berawal dari sampah dan mencoba mengukir sejarah.Walau penuh darah, kami pantang menyerah.Karena kami percaya bahwa tiada yang tak mungkin.kami satu jiwa, rasa, dan satu tujuan. Yaitu untuk kepedulian. Karena tak ada alasan untuk tak peduli. Respect 4 All.

Sebarkan musik karya anak bangsa ini!