Inspirator Minggu Ini: Tee

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 Agustus 2017
Inspirator Minggu Ini: Tee

Tak banyak inspirator yang seperti Tee, yang sanggup mengidentikkan diri dengan salah satu tokoh fiksi buatannya sendiri. Nara, nama tokoh tersebut yang kemudian ia jadikan “project” tersendiri. ‘Nara (prolog)’ pernah sempat mencuri perhatian admin redaksi, yang selain membuatnya terpilih menjadi tulisan pilihan kami melainkan juga dari kepiawaian Tee menaruh ruh ke dalam jiwa Nara. Ia banyak mewakili suara anak zaman sekarang, yang senasib dengannya, korban rumah tangga yang berantakan hingga tumbuh menjadi anak yang pendiam dan cenderung murung.

‘Nara (Satu Kesalahan)’, ‘Nara (yang telah berubah)’ dan ‘Nara (Naya)’ berturut-turut Tee bahas lagi menjadi fase kehidupan sang tokoh kuat ini. Memang tak lengkap jika Tee hanya berhenti pada cerita pertamanya saja. ‘Nara (Naya)’ jadi karya ke-4 sekaligus terbaru yang Tee bagi di Inspirasi.co.

Selain oke urusan bermain-main dengan nasib tokoh Nara, Tee juga banyak menulis karya yang bagus, sangat layak dibaca. Berkunjung ke galeri karyanya, inspirator bisa membaca ‘Hal yang paling berat di dunia adalah TIDAK MEMILIKI BEBAN’ , sebuah tulisan inspiratif yang dari judulnya saja sudah sukses menggiring pembaca untuk setidaknya membaca secara sekilas. Membacanya hingga selesai inspirator bisa melihat bahwa tulisan ini memang layak banyak dibaca orang. Menggunakan pengandaian pendaki hingga pada akhirnya sampai pada kesimpulan yang mengena di akhir tulisan selalu jadi cara cerdas membuat pembaca mau menikmati tulisan motivasi seperti ini tanpa terkesan mendengarkan ceramah.

Tipikal fiksi karya Tee, seperti ‘Pria Klasik’ dan ‘Gadis Jendela’, selalu enak buat dibaca. Muda, segar dan romantis menggigit yang bisa menjadi teman di kala senggang. Selain cerita pendek atau novel, Tee juga beberapa kali menaruh bait-bait puisinya di sini. “Suka Tanpa ada Tapi’ dan ‘Untuk Kembali’ lagi-lagi mengeksplorasi tema romansa yang jadi andalannya.

Sebagai variasi yang benar-benar beda dari banyak judul di atas, layak simak pula tulisan renungannya, ‘Tanpa Tapi’ yang menggambarkan cinta seorang hamba kepada Alloh swt tanpa ada keraguan sedikit pun. Juga informasi mengenai penggalangan dana korban banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat ia sisipkan di sela galeri fiksinya.

Setelah Nara, apa engkau sedang menyiapkan tokoh fiksi lainnya lagi, Tee?

  • view 69