Lima Penulis Spektakuler yang Akhiri Hidup dengan Bunuh Diri

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Juli 2017
Lima Penulis Spektakuler yang Akhiri Hidup dengan Bunuh Diri

Jelang akhir pekan ini dunia dikejutkan dengan berita meninggal dunianya vokalis band rock kenamaan Linkin Park, Chester Bennington. Musisi berusia 41 tahun ini memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Kematiannya menambah daftar panjang musisi dunia yang tewas bunuh diri setelah Kurt Cobain dan sahabat Chester sendiri, vokalis band Soundgarden Chris Cornell.

Bukan berita baru musisi atau pekerja kreatif yang memilih pergi dengan cara tragis tersebut. Tak hanya di dunia musik, kancah sastra internasional beberapa kali melepas kepergian penulis luar biasa yang juga memilih bunuh diri. Siapa saja mereka? Yuk dibaca ulasan singkat kami!

  1. Sylvia Path (1932-1963)

Novelis yang terkenal lewat bukunya berjudul ‘The Bell Jar’ ini ditemukan tewas akibat keracunan karbon monoksida setelah menaruh kepalanya sendiri ke dalam oven gas. Dikenal sebagai penulis yang mempunyai bakat alamiah, Sylvia Path memang lama berjuang dengan depresi setelah dewasa. Ia pertama kali mencoba bunuh diri saat baru berusia 20 tahun.

  1. Virginia Woolf (1882-1941)

Virginia Woolf merupakan penulis asal Inggris yang fenomenal. Ia dianggap sebagai salah satu penulis terbaik dunia. Lewat tangannya lahir buku-buku popular, seperti ‘To The Lighthouse’ dan ‘Mrs. Dalloway’. Tak lama setelah menyelesaikan manuskrip yang akan jadi novel terakhirnya, ‘Between the Acts’, Virginia Woolf juga mengalami depresi seperti Sylvia Path. Suatu hari di Maret, Virginia Wolf memakai mantel lalu mengisi kantongnya dengan beberapa batu. Ia pun berjalan di Sungai Ouse dimana ia lalu tenggelam.

  1. Ernest Hemingway (1899-1961)

Sastrawan Amerika Serikat pemenang hadiah Nobel Sastra 1954 ini begitu diacungi jempol berkat kejeniusannya menciptakan gaya kepenulisan efektif tanpa berbelit-belit. Contoh bukunya yang paling legendaris adalah ‘The Old Man and The Sea’. Siapa sangka penulis hebat ini turut bunuh diri. Tahun-tahun terakhir sebelum ia meninggal dunia, kesehatan badan dan pikirannya mulai menurun. Ia pernah cedera, masuk klinik hingga akhirnya menembak kepalanya sendiri dengan senapan kesayangannya.

  1. David Foster Wallace (1962-2008)

Yang pernah membaca fiksinya pasti tahu David Foster Wallace menderita depresi parah bertahun-tahun meski dalam esai ia tak pernah menyinggung tentang hal ini. Ia pernah mencoba menggunakan obat untuk mengatasi penyakitnya ini tetapi tidak kunjung manjur. Akhirnya pada 2008, penulis asal Amerika Serikat ini memutuskan gantung diri di rumahnya di Claremont, California. Karya terkenalnya di antaranya adalah ‘Infinite Jest’ dan ‘The Pale King’.

  1. Hunter Stock Thompson (1937-2005)

Seperti Ernest Hemingway, Thompson bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Empat hari sebelum kematiannya, dilaporkan jurnalis sekaligus penulis Amerika Serikat ini menulis catatan yang ditujukan untuk istrinya, yang terbaca: “Tak ada lagi permainan. Tak ada lagi bom. Tak perlu berjalan. Tak ada lagi senang-senang. Tak lagi berenang. 67. 17 tahun melampaui 50. 17 lebih dari yang akan butuhkan atau inginkan. Membosankan. Aku selalu jadi orang menyebalkan. Tak menyenangkan – bagi siapa pun. 67. Kamu mulai serakah. Bersikaplah sesuai umurmu. Santai—kali ini tidak akan menyakitkan.”

Novel terkenal Hunter S. Thompson, yakni ‘The Rum Diary’ dan ‘Fear and Loathing in Las Vegas’ 

Sumber bacaan:

Flavorwire.com dan Wikipedia

 

  • view 1.1 K