Inspirator Minggu Ini: Musa Rustam

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Juni 2017
Inspirator Minggu Ini: Musa Rustam

Membaca unggahan kedua Musa Rustam di Inspirasi.co, “Menulis itu menyenangkan” tak mengherankan hasil tulisannya di sini terasa enak sekali dibaca, puitis tapi tidak terkesan gombal. Secara spesifik, kreator sekaligus penulis ini menonjol berkat sajaknya yang memang sangat indah, bahkan ia pun sanggup menulis hal elok dari hal yang mungkin mayoritas orang terlihat datar.

Sebagai seorang penulis, Musa memperkenalkan bukunya, ‘Memoar Asa’ lengkap dengan testimoni pembaca, bahkan foto bersama Asma Nadia, seorang penulis laris nasional. Dalam salah satu unggahannya bahkan Musa menampilkan foto pada 2012 dan 2015, masih bersama Asma Nadia.

Hal spesial dari karya Musa dibandingkan yang lain terletak pada pemilihan tema yang ia tulis. Tak tanggung-tanggung. Ia menjadikannya puisi berbaris-baris cantik. Siapa sangka di tangannya, ‘Sang Penarik Getek’ bisa berubah menjadi lirik sajak nan ciamik. Sajak ini berkisah tentang bapak penarik getek yang berjasa besar mengantarkan anak-anak pergi menimba ilmu ke sekolah.

Sebagai penduduk asli Jatinegara bagian timur, kampung yang memang dekat dengan kali Ciliwung, Musa pun membuat persembahan bagi kawasan yang sudah lama dikenal kerap terkena banjir. Dari pemikirannya lah, sajak tentang Ciliwung yang berjudul “Kampung Banjir” ini terbaca syahdu dan pastinya, puitis dengan akhir yang sereflektif ini:

“Hidup itu seperti air, bebas mengalir.
“sekali lagi aku bertanya pada ibu:
“apakah kita mau dikekang seperti air yang bebas mengalir”

Sesekali Musa juga menulis puisi romansa, yang layak sekali untuk diingat kata-katanya yang, sekali lagi sungguh puitis. Silakan dibaca sendiri dalam ‘Ketika Hatimu Tercuri’ dimana inti sajaknya bisa membuat yang pernah jatuh cinta mengangguk-angguk mengamini kata-katanya.

Ia juga sempat menelurkan sajak kekinian ‘Gadget Autisme’ yang teramat sukses melembutkan fenomena kecanduan gadget yang membuat manusia modern, kita pastinya, terlena dan seolah memiliki dunianya sendiri di balik layar yang ada di genggaman.

Seolah apa saja bisa jadi bahan empuk buat jadi bahan syair. Itulah Musa Rustam. Terima kasih telah banyak berbagi puisi indah di sini!


Dilihat 50