Lima Rekomendasi Fiksi tentang Pencarian Identitas Diri Seorang Muslim Minoritas

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 16 Juni 2017
Lima Rekomendasi Fiksi tentang Pencarian Identitas Diri Seorang Muslim Minoritas

Di bulan Ramadan ini tak ada salahnya mengintip kehidupan saudara kita sesama muslim yang tinggal di luar negeri. Tinggal di negara yang penduduknya bukan mayoritas beragama Islam pasti memberikan tantangan tersendiri. Mulai dari menjalankan syariat Islam, seperti sholat mau pun puasa, hingga yang paling fundamental adalah meneguhkan iman dan takwa.

Berikut kami sajikan bacaan fiksi tokoh muslim yang dihadirkan oleh penulis keren tentang bagaimana seorang muslim mengarungi hari-hari bergaul di kalangan non muslim dan bagaimana itu semua mengajak yang bersangkutan menyelami Islam dengan cara mereka sendiri.

  1. ‘Does My Head Look Big In This?’

Novel karya Randa Abdel-Fattah ini bercerita mengenai tokoh bernama Amal, anak berumur 16 tahun yang lucu dan pintar beserta teman yang satu grup dengannya. Amal suka dengan tempat tinggalnya di Australia tetapi dia juga tetap menjadi seorang muslim yang taat. Ketika ia memutuskan mengenakan jilbab dia memperoleh penolakan dari orang yang tak terpikirkan sebelumnya. Amal malah mendapat dukungan dari beragam kalangan.

  1. ‘Minaret’

Ditulis oleh Leila Aboulela, buku ini mengikuti perjalanan hidup Najwa, seorang wanita muda yang bekerja menjadi pembantu dengan membersihkan rumah orang kaya di London, Inggris. Sebenarnya Najwa hidup berkecukupan di tanah kelahirannya di Sudan. Kisruh politik membuatnya dan keluarganya pindah ke London, hidup sebagai seorang muslim minoritas. Novel ini secara apik mengisahkan perjuangan mencari arti rumah yang sebenarnya sekaligus tentang kehilangan dan perbedaan kelas sosial.

  1. ‘The Girl in the Tangerine Scarf’

Khadra Shamy adalah imigran asal Suriah yang tumbuh di keluarga muslim taat di Indiana pada 1970an. Bersama dengan saudara laki-lakinya, Eyad dan kawannya yang berdarah Afrika-Amerika, Hakim dan Hanifa, Khadra menelusuri jalanan Indianapolis sembari menjelajahi garis batas antara muslim dan Amerika.

Saat pernikahannya tak berjalan mulus, Khadra pergi ke Suriah lalu kembali belajar cara sholat. Sekembalinya dia ke Amerika, Khadra bekerja di luar Indianapolis setelah sahabatnya dibunuh. Pekerjaan pun memaksa Khadra kembali ke Indianapolis meliput konferensi nasional Islam di sana. Di momen itulah, Khadra kembali mengakrabi masa lalunya: menghadiri konser band saudara lelakinya yang beranggotakan orang dengan perbedaan keyakinan lalu menghadapi pertanyaan dari banyak orang. Belum lagi perjumpaannya dengan Hakim, yang baru saja bercerai. Novel karya Mohja Kahf ini terjalin indah tentang kehidupan spiritual dan sosial muslim di Amerika.

  1. ‘Native Believer’

Novel debut Ali Eteraz ini berkisah tentang M, seorang suami dan imigran generasi kedua di Amerika Serikat yang merupakan seorang muslim dari lahir. Saat hidupnya sedang dilanda banyak masalah; istri sakit, teman dekat dilanda kesedihan lalu ia dipecat dari pekerjaannya, M menelusuri Philadelphia. Ia pun bertemu dengan banyak orang, misalnya mualaf dan pegulat, yang menghadapkannya pada kenyataan pertanyaan eksitensialisme hidup seseorang.

  1. “The Translator”

Masih dari penulis yang sama yang menelurkan ‘Minaret’, ‘The Translator’ mengisahkan Sammar, seorang janda muslim yang hidup di Aberdeen, Skotlandia. Setelah suaminya meninggal dunia dan anak laki-lakinya memilih tinggal di Khartoum. Lalu Sammar hidup menyendiri di Aberdeen hingga ia berteman dan jatuh cinta dengan Rae, ilmuwan Skotlandia dimana ia bekerja sebagai penerjemah. Pada akhirnya, Sammar harus dan Rae harus membahas kurangnya keyakinan atas apa yang justru Sammar nilai sakral. Novel ini menarik sebab menceritakan keberanian seorang wanita berpegang teguh pada kepercayaan dan dirinya sendiri serta cinta baru yang ia rasakan.

Sumber bacaan:

buzzfeed.com, bustle.com, lithub.com, nytimes.com dan goodreads.com

 

  • view 83