Mulai Rumi Hingga Khaled Hosseini.. Ini 5 Sastrawan Muslim Paling Diakui Dunia

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Juni 2017
Mulai Rumi Hingga Khaled Hosseini.. Ini 5 Sastrawan Muslim Paling Diakui Dunia

Kemungkinan Leonardo DiCaprio akan memainkan Rumi, sastrawan Persia abad ke-13, sempat memunculkan polemik akhir tahun lalu. Leo sempat menjadi pilihan utama David Franzoni, penulis naskah Gladiator dan produser Stephen Joel Brown sebagaimana yang mereka ungkapkan dalam sebuah wawancara sebagaimana ditulis oleh thehollywoodreporter.com.

Sosok Rumi masih terkenal hingga kini. Pemikirannya yang positif dan humanis banyak menyihir orang, termasuk manusia modern, terlebih ia sanggup membalutnya dalam kalimat yang indah. Rumi hanya satu dari lima sastrawan muslim yang memperoleh tempat tersendiri di dunia sastra yang mayoritas dihuni oleh penulis atau pujangga Barat. Yuk simak siapa saja ke-5 orang hebat tersebut di bawah ini:

  1. Jalāl ad-Dīn Muhammad Rūmī/Rumi

Rumi lahir pada 30 September 1207 lalu meninggal dunia pada 17 Desember 1273 di tempat yang kini di Afghanistan. Semasa hidupnya ia adalah pujangga muslim, cendikiawan Islam, teologis dan penganut Sufisme. Sekitar 7 abad usia wafatnya Rumi, pemikirannya masih mempengaruhi banyak orang melintasi suku dan negara; Iran, Tajikistan, Yunani hingga Asia Tenggara, Indonesia termasuk di dalamnya.  Bahkan ia menjadi pujangga yang karya-karyanya paling laris di Amerika Serikat.

  1. Abū Nuwās al-Ḥasan ibn Hānī al-Ḥakamī/Abu Nawas

Kecerdikan Abu Nuwas atau Abu Nawas sudah tak asing lagi bagi pencinta cerita rakyat. Kita sering mendengar bagaimana ia banyak menyelesaikan teka-teki. Lahir pada 756 lalu wafat pada 814, Abu Nuwas merupakan sastrawan klasik Arab. Ia lahir di kota Ahvaz, yang kini bernama Iran. Ia menjadi jagoan dalam genre kontemporer sajak Arab. Ia juga memasuki ranah cerita rakyat tradisional lalu beberapa kali muncul dalam cerita Buku 1001 Malam.

3. Khaled Hosseini

Lahir pada 4 Maret 1965, Khaled Hosseini merupakan novelis sekaligus dokter asal Afghanistan yang kini menjadi warga Amerika Serikat. Novelnya yang paling terkenal, di antaranya The Kite Runner (2003) yang mengambil latar di Afghanistan dan menampilkan seorang Afghanistan sebagai protagonisnya. Buku lainnya yang juga sukses, yakni “A Thousand Splendid Suns (2007) dan ‘And the Mountains Echoed (2013). Ia berhenti bekerja sebagai dokter lalu fokus menulis penuh waktu usai kesuksesan The Kite Runner.

4.Khwāja Shams-ud-Dīn Muḥammad Ḥāfeẓ-e Shīrāzī/Hafez

Lazim dikenal dengan nama pena Hafez, penulis asal Persia ini lahir pada 1315 lalu wafat pada 1390. Ia dikenal sebagai pujangga yang “mendewakan kenikmatan cinta dan anggur tetapi juga membahas kemunafikan agama.” Karya-karyanya dianggap sebagai puncak sastra Persia dan masih bisa ditemukan di rumah mayoritas penduduk yang masih berbicara dengan menggunakan bahasa Persia, seperti Afghanistan dan Iran. Mereka mempelajari puisi Hafez dari hati dan masih memakainya sebagai peribahasa dan ungkapan. Kehidupan dan sajaknya telah banyak menjadi subyek analisis, komentar hingga interpretasi, yang sanggup mempengaruhi kepenulisan Persia setelah abad ke-14 melebihi sastrawan mana pun.

  1. Naguib Mahfouz

Naguib Mahfouz merupakan penulis asal Mesir yang lahir pad 11 Desember 1911 lalu meninggal dunia pada 30 Agustus 2006. Sepanjang 70an tahun berkarya, ia telah menulis 34 novel, lebih dari 350 cerita pendek, puluhan draf film dan lima drama. Tak heran ia memperoleh Hadiah Nobel untuk Sastra pada 1998. Ia dianggap sebagai salah satu penulis kontemporer pertama sastra Arab bersama dengan Tawfiq el-Hakim, yang menjelajahi tema eksistensialisme. Banyak karyanya yang telah dibuat ke dalam film di Mesir sendiri mau pun di luar tanah kelahirannya tersebut.

Sumber: Wikipedia

 

  • view 138