Inspirator Minggu Ini: H. Farida Th.

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Mei 2017
Inspirator Minggu Ini: H. Farida Th.

Farida jadi satu dari segelintir inspirator yang layak kami jadikan model sebab ia menjadikan Inspirasi.co benar-benar sebagai tempat berbagi kegiatan kesehariannya. Mulai dari tulisan panjang berbobot hingga berbagi foto iseng.

Kreator asal Banjarmasin, Kalimantan Tengah, ini memulai debut unggahannya di sini pada 15 Februari 2016, kurang dari sebulan sejak Inspirasi.co diluncurkan kembali dengan format yang jauh berbeda dari awalnya.

Farida pun memulainya dengan unggahan yang sederhana, 'Bermain', yaitu tentang momen bermain anak-anak yang sekaligus menyampaikan pesan indahnya masa kanak-kanak tanpa mengenal perangkat teknologi seperti yang saat ini sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern, termasuk anak-anak.

Pemandangan alam, yang tidak bisa terbeli dengan uang mana pun, menghiasi galeri karya Farida. Sebagai contoh ia sukses membuat iri dengan hamparan kuning berpadu hijau saat sawah siap dipanen dalam ‘Siap Panen.’ Lalu, siapa yang tidak mau seperti Farida yang bisa dengan gampang menjumpai hamparan laut di pinggir jalan seperti fotonya dalam ‘Senja Oranye’?

Beberapa hasil jepretannya saat berkunjung ke Adelaide dan Sydney turut ia taruh di lamannya. Salah satunya ‘Pigeons’ yang merupakan potret sederhana yang justru menyenangkan untuk dilihat. Duduk di atas rumput bersih bersama sahabat menyaksikan aliran air danau dengan dikelilingi oleh merpati yang menatap polos ke arah kita.. Sungguh menyejukkan jiwa bagi yang hanya melihat apalagi yang mengalaminya sendiri.

Layaknya Inspirasi.co sebagai tempat berbagi tulisan fiksi maka Farida pun mengunggah ‘Terdampar di Kota Seribu Sungai’ yang terbagi ke dalam delapan bagian. Cerpen yang ia tulis merupakan karya dari Hamberan Syahbana ini menceritakan perjalanan hidup seseorang yang baru pindah ke Banjarmasin. Tak hanya secara harfiah berpindah dari tempat lama ke tempat baru, keputusan ini mengajak sang tokoh utama untuk beradaptasi. Cerita ini mewakili salah satu episode hidup banyak orang yang memutuskan merantau, hidup terpisah dari keluarga.

Lalu ia juga membagikan fiksi masih dari bapak Hamberan Syahbana, “Balada Cinta Oedipus Kompleks” dalam empat babak yang juga layak untuk disimak. Walau bukan karya aslinya tetap saja kami menghargai Farida membagikan karya menarik untuk dibaca inspirator lainnya.

Terima kasih telah menjadi bagian dari kami hingga kini tanpa jeda, Farida. Semoga semakin betah ya.