Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 10 Mei 2017   15:05 WIB
Dua Tahun untuk Ahok: Hukum atau Politik?

Palu diketuk. 2 tahun, plus bonus: ditahan seketika. Sesaat selepas diumumkan vonisnya, segera dibawalah Ahok ke LP Cipinang. Segera setelah itu pula, serah terima jabatan dari Ahok kepada Djarot sebagai Plt. Gubernur DKI Jakarta dilakukan di Cipinang. Dramatis.

Dan sejumlah anak muda, bapak-bapak pulang kerja, ibu-ibu dengan beraneka pakaian satu demi satu mengalir merapa ke sekitar LP Cipinang, menandai dukungan terhadap Ahok. Menandai “matinya keadilan”. Lalu menular, hingga malam. Ribuan orang hanyut dalam gempita solidaritas untuk Ahok, hingga Djarot, atas permintaan Ahok, harus datang ke lokasi untuk meminta massa pulang ke rumah masing-masing. Dramatis.

Segera, solidaritas itu menular. Ajakan menggalang aksi solidaritas bergema. Di Jakarta, lalu Kupang, lalu Bali. Pernyataan sikap turut menggema dari banyak lembaga. Dan Menteri Luar Negeri Belanda dan beberapa anggota parlemen Belanda melakukan upaya mendorong Uni Eropa untuk meminta supaya Pemerintah Indonesia melepas Ahok. Dramatis.

76% warga Jakarta puas dengan kinerja Ahok sebagai Gubernur DKI. Dan hanya karena salah satu ucapannya, ia dovinis dua tahun penjara. Sebuah tanda tanya besar bergelantung: apakah ia dihukum karena memang bersalah? Ataukah karena ia kebetulan bicara di tempat dan waktu yang salah? Ataukah hanya karena kebetulan dia menyandang status double minority sehingga mau tidak mau harus bersalah?

Betulkah secara hukum ia bersalah? Atau karena desakan publik yang sedemikian besar sehingga aparat hukum kita bertindak politik atas nama hukum?

Dramatis.

==

Sisipkan hashtag #Ahok2tahun dalam ringkasan tulisan atau karyamu. Karya dengan view terbanyak akan mendapatkan satu paket buku dari inspirasi.co.

Karya : Redaksi inspirasi.co