Sepuluh Novel Ini Ditolak, Diejek, Diremehkan Sebelum Jadi Legendaris

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 05 Mei 2017
Sepuluh Novel Ini Ditolak, Diejek, Diremehkan Sebelum Jadi Legendaris

Siapa sangka 10 novel di bawah ini melewati kisah tragis sebelum melegenda setelah si penulisnya wafat sekali pun. Mulai dari puluhan kali ditolak penerbit, ditolak secara halus dengan alasan kurang masuk akal hingga ‘dibuang’ tanpa penjelasan logis, 10 buku di bawah ini tak mengherankan kemudian laris dan mendunia setelah masuk ke dunia cetak. Sebab buku-buku ini telah teruji, lebih tepatnya mental si penulis, telah banyak merasakan pahitnya ditolak penerbit hingga saat hanya tinggal perkara waktu saja mereka bisa melihat karya mereka dibaca oleh banyak orang.

Yakin akan ide yang diusung, teknik menulis yang bagus hingga pesan mendalam membuat penulisnya ‘cuma’ butuh rasa tak tahu malu dan kegigihan pemasaran bagus sebelum akhirnya benar-benar menemukan penerbit yang pas. Ibarat pepatah bilang: engkau harus bertemu dengan orang yang salah dulu sebelum bertemu dengan orang yang benar’.

  1. ‘Gone with the Wind’
    Novel klasik karya Margaret Mitchell ini ditolak hingga 38 kali sebelum akhirnya terbit untuk kali pertama pada 1936. Margaret menerima penghargaan sastra bergengsi Pulitzer Prize for Fiction pada 1937 berkat novelnya ini. Pada 1939, novel ini pun dibuat ke dalam film.
  2. ‘Sanctuary’
    Buku oleh penulis kenamaan Amerika Serikat, William Faulkner ini pernah dicap sebagai ‘buku yang tidak layak terbit’. Novel ini akhirnya terbit pada 1931 lalu menjadi basis bagi dua film, ‘The Story of Temple Drake’ (1933) dan ‘Sanctuary’ (1961).
  3. ‘The Diary of a Young Girl’
    Buku harian tulisan Anne Frank yang mengisahkan hari-harinya saat Nazi berkuasa ditolak 15 kali sebelum akhirnya dipublikasikan. Kini diari ini jadi salah satu yang masih sering dibaca orang, diterjemahkan ke dalam banyak bahasa lalu dipelajari.
  1. ‘Carrie’
    Penulis laris Stephen King harus merasakan penolakan hingga 30 kali untuk bukunya yang satu ini. Salah satu surat penolakan tersebut bertuliskan,”Kami tidak tertarik fiksi sains sebab berhubungan dengan utopia negatif. Tidak menjual”.
  1. ‘Little Women’
    Buku kesayangan banyak orang ini masih terus diproduksi padahal terbit sudah lama sekali dalam dua volume, yakni pada 1868 dan 1869. Sebelum terbit, si penulis, Louisa May Alcott dibilang lebih baik mengajar saja (daripada menulis). Omongan yang terbukti sangat salah di kemudian hari.
  1. ‘No Thanks’
    Ini adalah judul buku dimana Edward Estlin Cummings atau yang akrab disebut dengan E.E Cummings menulis 14 penerbit yang pernah menolak karya-karyanya. Sadis sekali, tuan Cummings!
  1. ‘Animal Farm’
    Novel yang sampai sekarang masih sangat tenar berkat penggunaan simbol hewan guna menyampaikan pesan politisnya ini sempat pernah ditolak juga. Bukan perkara ditolak yang mungkin membuat si penulis, George Orwell, sakit. Tetapi alasan penerbit bahwa ‘tidak ada pasar bagi cerita hewan di Amerika Serikat’ lah yang mungkin membuat George geleng-geleng kepala. ‘Well’.. mungkin mereka menolak mungkin karena memang tidak membaca buku ini.
  1. ‘Harry Potter and the Sorcerer’s Stone’
    Tidak cuma ditolak sampai 12 kali, si pengarangnya, J.K. Rowling bahkan dinasehati agar ‘tidak berhenti dari pekerjaannya.’ Mungkin yang bilang seperti itu hanya bisa gigit jari setelah tahu novel ini sangat meledak di pasaran.
  1. ‘Dubliners’
    Karya klasik penulis Irlandia James Joyce ini tak luput dari pahitnya penolakan. Total 22 kali drafnya ditolak sebelum akhirnya terbit. Berikutnya? Pencinta sastra menyebut ‘Dubliners’ salah satu novel terbaik sepanjang masa.
  1. ‘A Wrinkle in Time’
    Madeleine L’Engle harus melewati 26 proses penolakan terlebih dahulu sebelum bisa bernafas lega novelnya ini terbit.

Sekian surat motivasi dari admin meminjam cerita pahit berujung manis dari penulis dunia.  Jadi kalau draf kalian ditolak tetap semangat sebab penulis hebat sebelum kalian pun telah merasakannya terlebih dahulu.

Sumber bacaan: buzfeed.com dan Wikipedia

 

  • view 112