Lima Novel Keren yang ‘Tidak Sengaja’ Meledak di Pasaran

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 28 April 2017
Lima Novel Keren yang ‘Tidak Sengaja’ Meledak di Pasaran

Menulis buku dengan tekad menjadikannya terlaris sudah jadi hal biasa. Menciptakan tulisan berbekal ide, alasan lalu diterjemahkan ke dalam struktur yang bagus juga sudah lazim dilakukan oleh banyak penulis.

Tetapi menulis buku atas alasan remeh, kadang konyol namun justru karya tersebut malah meledak hingga tetap dibaca banyak orang setelah penulisnya wafat itu baru unik nan luar biasa. Kami menyebutnya kesuksesan yang ‘tidak disengaja’. Atau kalau kata beberapa kalangan ‘blessing in disguise’ alias kadang apa yang membuat kita sebal justru di situlah sebenarnya peluang kita untuk berkarya. Lima penulis di bawah ini setidaknya telah membuktikannya. Siapa saja mereka? Yuk dibaca sampai akhir inspirator semua:

  1. Astrid Lindgren, Pippi Longstocking

Cerita anak-anak ini yang dalam Bahasa Indonesia disebut Pippi Kaus Kaki Panjang ini legendaris banget padahal penulisnya, Astrid Lindgren, menulis ini secara tidak sengaja selain karakter Pippi sendiri juga muncul secara kebetulan lewat mulut putrinya. Saat itu putri terkecilnya, Karin, sedang sakit lalu meminta Astrid untuk membacakan cerita tentang Pippi Si Kaus Kaki Panjang. Astrid pun membuat cerita rekayasa tentang Pippi saat itu juga dan sisanya menjadi sejarah sastra yang luar biasa bagi Astrid. Tak cuma ceritanya diterjemahkan ke dalam banyak bahasa, Pippi Si Kaus Kaki Panjang bahkan menjadi gambar mata uang Swedia 20 kronor.

  1. Margaret Mitchell, Gone With The Wind

Buku yang juga pernah jadi judul film ini ditulis sebenarnya karena untuk mengusir kebosanan akibat patahnya tulang pergelangan kaki si penulis, Margaret Mitchell. Margaret pun baru menulisnya setelah sang suami lama-kelamaan kesal karena mesti membawakan banyak buku dari perpustakaan untuk dibaca istrinya. “Demi Tuhan, Peggy, tak bisakah kau menulis ketimbang membaca ribuan buku?”

Sengsara membawa berkah, Margaret?

  1. Anna Sewell, Black Beauty

Kisah yang diawali oleh Anna mirip dengan Margaret. Ia juga mengalami cedera pergelangan di kedua kakinya saat baru berumur 14 tahun.  Cedera yang ia alami tidak ditangani secara baik akhirnya Anna tidak bisa berjalan untuk waktu yang lama. Ia pun sering diangkut menggunakan bendi kuda, yang bisa menjelaskan ia begitu menyukai kuda (Black Beauty sendiri adalah julukan untuk kuda kesayangannya dalam cerita ini).

Black Beauty sendiri ditulis saat kesehatannya menurun setelah terkena hepatitis atau TBC. Anna menulis buku tersebut di atas tempat tidur lalu berkesempatan menyaksikan karyanya sukses sebelum ia meninggal dunia.

  1. Seuss, Green Eggs and Ham

Yang satu ini ditulis akibat taruhan. Bennett Cerf, yang ikut mendirikan Random House sekaligus editor Seuss bertaruh dengan Seuss, mengatakan bahwa ia yakin Seuss tak akan sanggup menulis buku hanya dengan memakai 50 kata unik. Jika bisa maka ia akan membayar US$50. Nyatanya, Seuss berhasil tetapi sang editor tidak pernah membayar utangnya. Tapi Seus tidak begitu mempermasalahkannya sebab novelnya tersebut menjadi salah satu buku bergambar yang paling laris.

Buat yang penasaran apa ke-50 kata tersebut, ini ya: a, am, and, anywhere, are, be, boat, box, car, could, dark, do, eat, eggs, fox, goat, good, green, ham, here, house, I, if, in, let, like, may, me, mouse, not, on, or, rain, Sam, say, see, so, thank, that, the, them, there, they, train, tree, try, will, with, would, & you.

  1. Mary Shelly, Frankenstein

Cerita hantu terkenal ini muncul demi memenuhi tantangan Lord Byron. Saat itu, Mary yang masih berusia 18 tahun sedang duduk bersama Byron, kekasihnya Percy dan John Polidori mengelilingi perapian. “Setiap dari kita akan menulis cerita tentang hantu,” kata Byron saat itu. Sebab sudah jadi aturan penting zaman itu untuk tidak mengecewakan Byron maka Mary pun berpikir ide yang akan ia tulis. Siapa sangka Frankenstein jadi pelopor cerita horor sekaligus fiksi sains di dunia.

Sumber bacaan: lithub.com