Inspirator Minggu Ini: Umie Poerwanti

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 April 2017
Inspirator Minggu Ini: Umie Poerwanti

Selalu menyenangkan menulis profil inspirator yang ‘comeback’ tak peduli berapa lama dia ‘hilang’. Setelah Muhamad Mustain, cerita inspirator bernama Umie Poerwanti ini mungkin bisa jadi inspirasi tersendiri bagi kawan sekalian yang saat ini sedang vakum dari Inspirasi.co.

Satu benang merah yang bisa ditarik dari baik Muhamad mau pun Umie adalah saat mereka ‘kembali’ eksis di sini, karya mereka cenderung lebih bagus.

Umie sebenarnya tak lama absen berkarya di sini, hanya beberapa bulan saja namun dalam dua kali periode. Setiap kali ia ‘kembali’ Umie beberapa kali menawarkan hal berbeda dalam karyanya, terutama tulisan.

Kreator asal Depok, Jawa Barat, ini terlihat sekali orang yang suka mengamati lalu menuangkan hasil observasi dan angan-angannya ke dalam bentuk karya. Seolah apa saja ia bisa jadikan ladang ide, termasuk alam lalu polah tingkah keseharian manusia.

Di awal perkenalannya di Inspirasi.co, Umie banyak berbagi foto, grafis hingga puisi. Foto yang ia unggah sangat cantik dengan ‘menjual’ apa yang tersaji sehari-hari. Langit selalu saja jadi favorit pemburu foto, termasuk dirinya. Silahkan lihat dalam ‘Kala Senja’ dan ‘Mendung Menggayut’.

Potret manusia urban yang kerap sekali bepergian ia tangkap dalam jepretan ‘Kisah Sudut Kotaku: legenda #2” yang menggambarkan Umie tak percuma sebagai pengguna kereta api Commuter Line sebab ia bisa mengabadikan kesehariannya lewat foto. Beberapa unggahan serupa ia bagi juga di galeri karyanya.

Urusan grafis ia pernah sambangi. Lagi-lagi idenya sederhana, seperti dalam ‘Selendang Hijau’, sebuah sketsa benda sederhana yang ternyata terlihat indah secukupnya, terutama dari segi warna.

Dari segi tulisan, Umie termasuk inspirator yang lumayan suka bereksperimen, yang bisa dilihat dari tulisan-tulisannya. Dimulai dari ‘Cinta Sang Ronggeng’ yang terbaca sangat lugas, cukup mencengangkan sekaligus miris nan jujur hingga ‘Menanti Simpul Hati’ yang sungguh mendayu indah lewat jalinan asmara lintas masa yang romantis dengan caranya sendiri.

Setelah ia kembali ke Inspirasi.co lalu rajin menulis Maret dan April tahun ini, Umie menawarkan hal lama yang jadi andalannya sekaligus hal baru. Yang pertama, “Balada Sang Randu’ yang lewat puisi panjang ini bisa kami simpulkan memang Umie ini jagonya menulis indah berbekal dari pengamatannya tentang alam.

Lalu, ia mencoba menulis kocak seperti dalam ‘Kerak Telor Spesial’, tulisan bersambung yang mengeksplor rasa ingin tahunya, dari yang tulisan bernada sendu kini menjadi riang. Dari yang tulisan dengan bahasa Indonesia secara umum kini Umie menawarkan bahasa Betawi dengan segala kelucuan dan kekonyolan di dalamnya.

Terima kasih telah banyak mewarnai Inspirasi.co, Umie. Jangan menghilang lagi ya..