Lima Penulis Fenomenal Ini Buktikan ‘DO’ dari Sekolah Bukan Akhir Hidup

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 25 April 2017
Lima Penulis Fenomenal Ini Buktikan ‘DO’ dari Sekolah Bukan Akhir Hidup

Pendidikan formal tentu penting bagi siapa pun. Sekolah masih diyakini jadi tempat terbaik belajar dan meniti karir. Sayangnya tidak semua orang beruntung mengenyam pendidikan secara tuntas. Ada yang memang karena keadaan dikeluarkan dari sekolah tetapi ada pula yang dengan kesadaran diri tak mau berada di bangku sekolah.

Nyatanya, lima penulis hebat dunia ini justru sukses setelah tak lagi bersekolah. Keinginan kuat menulis plus kerja keras membuktikan masa depan mereka tidak suram dan tetap berkarya bahkan mencatatkan diri sebagai penulis yang banyak menginspirasi generasi setelahnya. Diambil dari flavorwire.com berikut kami hadirkan lima penulis tersebut:

  1. Harper Lee

Penulis ‘To Kill A Mockingbird’ ini sudah menyukai sastra sejak bangku sekolah menengah atas namun justru mengambil jurusan hukum saat kuliah. Hanya satu semester ia belajar hukum di Universitas Alabama sebelum akhirnya keluar, pindah ke New York guna memulai karir sebagai penulis. Hasilnya? Satu novel yang begitu jadi referensi banyak penulis, diterjemahkan ke dalam banyak bahasa lalu tetap dicetak hingga kini berjudul ‘To Kill A Mockingbird’.

  1. Charles Dickens

Penulis klasik zaman Victoria kebanggaan rakyat Inggris. Penulis yang buku-bukunya sudah banyak dibuat ke dalam film, seperti ‘Oliver Twist’ dan ‘Great Expectations’. Charles Dickens sempat menikmati pendidikan privat hingga umur 12 tahun saat ayahnya terlilit utang, masuk penjara sehingga memaksanya keluar dari sekolah. Dickens kembali bersekolah tetapi pengalamannya saat menjadi buruh anak-anak justru sangat mempengaruhi karya-karya terkenalnya.

  1. Jack Kerouac

Penulis asal Amerika Serikat yang menjadi pelopor Beat Generation ini bukanlah penulis saat masih duduk di bangku sekolah atas. Ia justru terkenal sebagai bintang tim sepakbola sekolahnya. Kemampuan atletisnya lah yang membuatnya memenangkan beasiswa ke Universitas Colombia. Sayangnya ia dan pelatih tidak akur. Mereka sering adu pendapat bahkan Kerouac banyak menghuni bangku cadangan saat tahun awal kuliahnya. Kerouac akhirnya mematahkan tulang kering sang pelatih yang membuatnya dikeluarkan dari sekolah. Kini ia terkenal menulis “On the Road” yang banyak dibaca serta dibuat ke dalam film.

  1. George Bernard Shaw

Dramawan asal Irlandia ini beberapa kali bersekolah saat masih muda sebelum akhirnya memutuskan keluar saat berusia 14 tahun. Buatnya sekolah bukan lagi sebagai tempat populer untuk siswa mau pun guru melainkan penjara dimana murid tidak boleh menyela orang tua mereka atau guru. Lalu George Bernard Shaw belajar otodidak. Ia menghabiskan waktu berjam-jam di Galeri Nasional Dublin membaca tentang seni, sejarah dan sastra lalu mulai menulis sendiri. Ia kini dikenal sebagai penulis drama dan fiksi, seperti drama Man and Superman (1903) dan Pygmalion (1913).

  1. H.G. Wells

Penulis fiksi sains ini terpaksa keluar sekolah saat ayahnya, pemain kriket profesional, mengalami patah di bagian pahanya. Saat itu ia baru 11 tahun. Kondisi keuangan keluarga yang memburuk membuatnya harus bekerja magang. Ia pun berjualan kain di Southsea Drapery Emporium. Pengalamannya ini menginspirasi H. G. Wells menulis novelnya, The Wheels of Chance dan Kipps.