Inspirator Minggu Ini: Muhamad Mustain

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 April 2017
Inspirator Minggu Ini: Muhamad Mustain

Jika Muhamad Mustain berkesempatan membaca profilnya ini, izinkan kami bertanya: “Apa yang membuatmu vakum menulis di Inspirasi.co selama kurang lebih setahun lamanya padahal saat kamu kembali eksis di sini tak cuma kamu produktif melainkan juga bisa menulis karya yang asyik dan bagus?”

Dilihat dari kerangka karyanya, tulisan Muhamad pertama kali dibagi di sini pada 22 Maret 2016 dalam ‘Saat Kau Memintaku Untuk Membenci Islam” yang tak lain, seperti ia tulis dalam karyanya tersebut, merupakan ‘remake dari Seribu Malam untuk Muhammad by Fahd Pahdepie’.

Baru pada 13 Maret 2017, inspirator asal Kudus, Jawa Tengah, ini kembali berbagi tulisan di sini, dimana ia piawai dalam menulis judul, modal awal cukup merayu siapa pun untuk membacanya. Tulisan yang menandai ‘kembalinya’ Muhamad ke Inspirasi.co berjudul “Sajak untuk Sang Teman di Seberang”. Berturut-turut tulisan dia menampilkan judul yang menarik, cukup mendulang rasa keingintahuan untuk setidaknya mengklik.

Sebagai contoh, ”Chapter 1: Ketika Cinta Bermatematika”, yang setelah menghadirkan judul menarik ternyata isinya pun juga asyik plus konyol, benar-benar menghubungkan istilah matematika dengan perasaan yang sedang jatuh cinta.

Tema lain fiksi ia coba. Kami sungguh salut Muhamad menulis ‘Langit Merah Alba’ yang kami pilih menjadi pilihan redaksi edisi pertama dalam minggu ini. Tak cuma seru, yang terunggul dalam fiksi ini Muhamad cukup memilih kata yang pas, membuat deskripsi yang secukupnya dan tepat untuk membuat cerita pendek ini terasa getir, pedih sekaligus melegakan sebab berhasil menyampaikan pesan terdalamnya, yakni tentang perjuangan meneguhkan iman sebagai seorang Muslim yang baik di tengah perang di kota Alba, sebagaimana yang ia pilih dalam fiksi tersebut.

Tak cuma banyak mencoba menulis fiksi, Muhamad beberapa kali mencoba menulis opini. Ia memilih topik umum yang acapkali kita alami sehari-hari di masyarakat, tak melulu tentang politik atau kasus korupsi.

Yang paling asyik dimana tidak mengherankan cukup banyak dilihat berjudul “Indonesia Dinobatkan sebagai Negara Paling Ramah Sejagad! Lah kok bisa?” Tulisan ini sungguh menggelitik, membacanya dapat membuat merasa lucu, tersindir lalu mengangguk-angguk sebab benar adanya. Kami membutuhkan banyak tulisan semacam ini, Muhamad!