Delapan Buku Kontroversial Terbaik Sepanjang Masa Versi Goodreads

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 03 Februari 2017
Delapan Buku Kontroversial Terbaik Sepanjang Masa Versi Goodreads

Goodreads merupakan salah satu tempat berkumpulnya jutaan penikmat buku di seluruh dunia tak mengenal genre mau pun ras. Sudah bertahun-tahun, media ini menjadi fasilitator mereka berbagi cerita dan rekomendasi buku, bahkan telah ada Goodreads cabang negara, termasuk Goodreads Indonesia.

Tak berlebihan dalam edisi kali ini kami mengetengahkan daftar pilihan pembaca versi Goodreads, yang kami yakin cukup mewakili kutu buku lainnya. Edisi minggu ini kami menghadirkan delapan buku kontroversial terbaik sepanjang masa yang dipilih sendiri oleh anggota Goodreads di seluruh dunia. Buku-buku di bawah banyak menuai kritik dari berbagai kalangan. Pun demikian, buku-buku ini sangat laris. Bahkan beberapa di antaranya masuk ke dalam kategori klasik sebab mengandung pesan yang sampai sekarang masih relevan.

  1. To Kill A Mockingbird (1960)

Lebih dari tiga juta anggota Goodreads memilih novel karya Harper Lee sebagai buku kontroversial terbaik. Buku yang langsung meledak di pasaran ini dinilai sebagian kalangan kontroversial sebab menyinggung tentang rasisme, diskriminasi dan perbedaan kelas di masyarakat. Salah satu novel klasik yang akan sering didengar sebagai rekomendasi bacaan.

  1. The Catcher in the Rye (1951)

Buku karya JD Salinger yang satu ini berulang kali menuai protes dari para orang tua di Amerika Serikat akibat bahasa yang digunakan terlalu kasar, kurang cocok dijadikan bahan ajar di sekolah umum di sana. Ada juga yang menyayangkan tema yang diangkat dalam buku ini menyentuh topik homoseksualitas secara terang-terangan. Yang paling menarik adalah penggalan buku ini pernah dibacakan oleh Mark David Chapman dalam sidang putusan dirinya atas dugaan pembunuhan terhadap John Lennon, anggota band legendaris The Beatles.  Seperti To Kill A Mockingbird, buku ini juga masuk ke dalam daftar buku klasik.

  1. 1984 (1948)

Buku milik George Orwell ini dinilai kontroversial sebab ada pihak yang menilainya bermuatan kental politik, terutama kendali negara yang otoriter terhadap rakyatnya.

  1. The Da Vinci Code, Robert Langdon #2 (2003)

Buku karya Dan Brown ini menuai kontroversi sebab interpretasinya mengenai aspek inti Kristiani, Gereja Katolik Roma yang dinilai kurang tepat. Ada pula yang menyebut penggambaran tentang seni, sejarah dan arsitektur Eropa dalam buku yang kurang akurat.

  1. Of Mice and Men (1937)

Buku karangan John Steinbeck ini sangat populer. Ia dilarang masuk ke dalam perpustakaan dan kurikulum sekolah sebab mengandung bahasa yang dinilai kasar. Belum lagi ada penggambaran kekerasan dan rasisme di dalamnya.

  1. The Perks of Being A Wallflower (1999)

Novel karya Stephen Chbosky ini cukup menuai protes sebab mengandung topik yang menyinggung homoseksualitas, penggunaan obat-obatan terlarang dan aktivitas seksual. Buku ini tetap saja laris dan bahkan diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada 2012.

  1. A Clockwork Orange (1962)

Buku oleh Anthony Burgess ini dilarang edar di sebuah sekolah di Aurora, Colorado, sebab merasa “keberatan” dengan bahasa yang digunakan pada 1976. Setahun kemudian, SMA di Westport, Massachussets pun menyuarakan hal yang sama. Dua perpustakaan di Anniston, Alabama, hanya meminjamkan buku ini secara terbatas, demikian seperti dimuat di Wikipedia.

  1. The Outsiders (1967)

Buku tulisan S. E. Hinton ini banyak memunculkan perdebatan karena menggambarkan kekerasan geng, merokok dan minum minuman keras untuk anak di bawah umur, penggunaan bahasa gaul yang sangat kental. Urusan keluarga yang tercerai-berai menjadi hal lain yang dikritik oleh sebagian kalangan, tulis Wikipedia.

 

  • view 308