Inspirator Minggu Ini: Meilinda Dwi Pertiwi

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Januari 2017
Inspirator Minggu Ini: Meilinda Dwi Pertiwi

Senang sekali Inspirasi.co kehadiran penulis berbakat dan rajin mengeksplorasi tema menulis seperti Meilinda Dwi Pertiwi ini. Beberapa kali terpilih sebagai tulisan pilihan redaksi membuktikan Meilinda mempunyai kemampuan menulis yang sangat bagus.

Keberanian Meilinda menjelajahi berbagai macam topik patut diacungi jempol. Terkadang dia memberikan aspek ‘gelap’ dalam karyanya, menjadikan tulisannya agak berat dicerna, seperti dalam ‘Anomali’, karya yang pernah menjadi pilihan meja redaksi. Karya ini cukup susah sebab menceritakan pergulatan batin seseorang yang sedang sekarat. Ia mengulang kembali ajaran orang tua, terutama ibu, yang sudah lama mewanti-wanti tentang benturan keinginan baik dan niat jahat yang ada dalam setiap diri manusia. Di detik ia hendak meninggal dunia, iblis datang dan ia meninggal dunia dalam keadaan kotor.

Berani bagi Meilinda tak cuma sekadar mengetengahkan tema yang beda-beda, yang mau tidak mau melecut semangatnya untuk terus belajar dan berlatih. Tetapi dalam ‘Dimas Tak Waras’, ia membuktikan berani memilih kata-kata yang tegas dan perih saat menggambarkan terjadinya pemerkosaan terhadap Yuk Ami, salah satu tokoh dalam cerpen tersebut.

Dalam ‘Paradoks’ lain lagi ceritanya. Meilinda terlihat menaikkan levelnya sendiri dengan bermain waktu bercerita dan alur. Ia memainkan masa kini, masa lalu orang tuanya dan imajinasinya menjadi satu tulisan dimana hal ini membuat siapa pun yang membacanya harus berkonsentrasi penuh dalam menikmati cerita yang disajikan. Tentu saja cerita semacam ini menjadi cara ampuh mengajak pembaca menikmati tulisan ini hingga selesai demi menuntaskan rasa penasaran yang ada di benak masing-masing pembaca.

Tulisan-tulisan yang selain di atas pun tetap menyenangkan untuk dibaca. Tetap khas Meilinda yang kuat menyampaikan pesan dengan piawai merumuskan judul. Sebagai contoh, ‘Hukum Archimedes’, sebuah fiksi yang menarik tentang benang merah antara hukum Archimedes dengan sifat manusia. Lalu ada pula ‘Kokkuri-san’ yang menjadi eksperimen Meilinda menulis cerita berbau horor dengan gaya penulisan yang kekinian dan segar.

Dari Bumi untuk Langit’ terasa romantis dan cocok dibaca secara sepintas tanpa perlu banyak mengernyitkan dahi untuk memahami maksudnya. ‘Negeri Prayogi’ jadi bukti Meilinda merambah fantasi yang seru, kocak sekaligus mengandung kritik terhadap Indonesia. Negeri yang ia impikan, bebas dari gosip dengan penduduknya adalah manusia-manusia yang masih menjunjung rasa kepercayaan dan kejujuran.

Kira-kira mau coba menulis tema apa lagi, Meilinda? Kita tunggu karyamu berikutnya..