Rizieq Vs Non Rizieq : Aksi Lapor Melapor, Berani?

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Politik
dipublikasikan 19 Januari 2017
Rizieq Vs Non Rizieq : Aksi Lapor Melapor, Berani?

Karena ucapannya, Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) dilaporkan oleh beberapa orang, lalu disidang. Dalam sidang, pembelaan Ahok kemudian menjadi bahan untuk laporan berikutnya. Dan komentar Ahok tentang BAP salah seorang saksi juga menjadi laporan berikutnya. Begitu juga komentar Ahok soal pendemo yang dibayar, juga dilaporkan.

Publik dibuat percaya bahwa klimat kita, ujaran kita, yang keluar dari mulut maupun akun media sosial kita, bisa berakibat panjang hingga ke pengadilan, apalagi jika menyangkut orang lain yang merasa dirugikan dengan ucapan kita. Ya, mulutmu harimaumu.

Lalu, babak berikutnya dimulai. Peluru berbalik.

Rizieq Shihab adalah orator ulung, penceramah. Bicara adalah salah satu keahliannya. Dan bicara tentang orang lain adalah salah satu bagian penting dari isi ceramahnya. Tidak sampai di situ. Ia tidak hanya dianggap menghina atau melecehkan orang lain, melainkan juga objek-objek vital yang dianggap sensitif semisal lambang dan ideologi negara. Saat ini sudah tercatat ada 11 laporan untuk Rizieq Shihab.

Mungkin bagi sebagian orang, fakta ini memprihatinkan. Namun bagi sebagian lain, ini justru menggembirakan. Tradisi lapor melapor ini bisa menjadi cara untuk memindahkan konflik dari jalanan ke meja sidang. Ini bisa dianggap kemajuan.

So, bagaimana menurutmu?

=

Sisipkan hashtag #LaporMelapor dalam ringkasan tulisanmu. Karya dengan view terbanyak akan mendapatkan satu paket buku dari Gagas Media.

  • view 175