Pedasnya Kenaikan Harga Cabai

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Ekonomi
dipublikasikan 13 Januari 2017
Pedasnya Kenaikan Harga Cabai

Ibarat sayur tanpa garam, makanan tanpa sambal akan terasa hambar. Sudah beberapa pekan terakhir kita mendengar berita naiknya harga cabai. Menjelang awal tahun 2017, harga cabai, terutama jenis cabai rawit merah, sudah mulai perkasa, merangkak hingga tiga kali lipat di Jakarta, sebagaimana ditulis oleh BBC. Secara rata-rata, harga cabai di banyak daerah sudah menembus Rp100 ribu per kilogram. Faktor cuaca dituding sebagai penyebab naiknya harga komoditas favorit publik ini.

Naiknya harga cabai selalu disambut dengan rasa panik mengingat komoditas ini begitu penting bagi masyarakat Indonesia, yang memang doyan menyantap makanan pedas. Yang paling merasa resah saat harga cabai tinggi biasanya ibu-ibu, yang paling bersentuhan langsung dengan harga cabai lalu memakainya sebagai bahan untuk memasak. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut cabai merah menyumbang inflasi terbesar sepanjang 2016 dengan andil inflasi 0,35%.

Lalu, bagaimana kita menyikapi mahalnya harga cabai? Biasa saja atau ikut panik? Lalu, adakah langkah yang akan diambil demi tetap menyantap sambal? Menanam pohon cabai di kebun sendiri, misalnya? Atau rela tidak lagi menikmati lezatnya sambal? Yuk berbagi ide dan cerita di Inspirasi.co. Karya dengan jumlah share terbanyak akan mendapatkan satu paket buku dari Gagas Media.