Tetaplah Menulis Bahkan Saat Engkau Menilai Tulisanmu Jelek

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Januari 2017
Tetaplah Menulis Bahkan Saat Engkau Menilai Tulisanmu Jelek

Selama engkau terus menulis tidak akan pernah ada hasil akhir sebuah tulisan. Faktanya, tulisanmu mengalami perubahan, terkadang lebih bagus ada saatnya luar biasa. Kesemuanya sejalan dengan seberapa sedikit atau seberapa banyak usaha yang kamu lakukan setiap saat, setiap hari. Hal itu semua menjadi cermin sejauh mana engkau membaca atau mencari sumber tulisan.

Jika engkau memahami bahwa menulis adalah proses yang berkelanjutan, terus-menerus maka engkau akan menyadari tidak semua tulisan bagus. Kadang kamu tidak tahu mengapa kamu menulis topik ini atau tema itu. Ada kalanya kamu sangat bangga dengan apa yang kamu hasilkan. Mungkin kesenanganmu akan berlipat ganda saat banyak teman yang membagi tulisanmu di media sosial atau memberi komen terhadap tulisanmu.

Bersemangat setelah banyak yang memuji tulisanmu dan mengetahui bahwa karyamu memang berkualitas menjadi hal yang lumrah. Bak seorang atlet yang kukuh berlatih usai dia menjuarai kejuaraan dunia bergengsi lalu meraup taburan bonus dari berbagai pihak. Tetapi tetap berlatih setelah kalah oleh lawan yang jauh di bawah standarmu? Atau tetap menulis setelah menghasilkan tulisan yang sama sekali dangkal?

Perlu kerja tersendiri. Bisa disebut sebagai kerja ekstra internal. Melawan rasa malu, rasa malas dan rasa tidak berguna. Untuk bisa menaklukkan hal-hal ini kamu butuh perjuangan yang malah bisa jadi lebih berat dari merumuskan kata dan ide. Kawan sekaligus lawan terberat setiap pribadi adalah diri mereka sendiri. Orang lain hanya bisa memotivasi dan melihat dari luar. Selebihnya kendali ada pada dirimu sendiri.

Terkadang butuh waktu yang agak lama untuk kembali sigap, membuka laptop atau sekadar mencari artikel sebagai bahan menulis. Ada yang memilih mengucap selamat tinggal atau merasa minder mau menulis lagi. Ada pula yang tetap bekerja, bahkan memulai dari awal. Sedikit demi sedikit.

Kalau engkau paham segala sesuatu butuh proses panjang, tidak ada garis akhir selama engkau mau melakukannya maka engkau akan sadar mutu tulisan yang buruk, bagus hanya perkara bumbu manis sebuah perjalanan panjang yang harus engkau tempuh. Sebuah perjalanan berat yang engkau tahu tidak bisa engkau tinggalkan sebab jika engkau menyerah maka nilai dirimu akan ikut pergi. Engkau menyadari bahwa menulis merupakan sesuatu yang tidak bisa engkau tidak melakukannya.

Jika engkau merasa pada satu titik tulisanmu jelek atau biasa saja, tetaplah menulis. Jika ingin meraih banyak view atau likes pada kondisi tersebut terlalu memberatkanmu, teruslah menulis sebab itu bagian dari hidupmu, identitasmu. Yang tanpa melakukannya engkau akan merasa ‘kurang’.