Sepuluh, 20, 30.. Berapa Buku yang Akan Kalian Lahap Tahun Ini?

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 06 Januari 2017
Sepuluh, 20, 30.. Berapa Buku yang Akan Kalian Lahap Tahun Ini?

Dari meja pengelola rubrik ini, tak terlambat rasanya admin mengucapkan lagi selamat tahun baru 2017! Biasanya tahun baru identik dengan resolusi, janji kepada diri sendiri akan lebih baik dari tahun sebelumnya dalam banyak hal. Buat penyuka buku, menetapkan angka jumlah buku yang akan dibaca bisa jadi resolusi spesial buat inspirator kutu buku.

Berapa buku yang akan kalian baca tahun ini?

Bukan tulisan di media online, artikel di blog tetangga atau kutipan yang ada di internet. Melainkan benar-benar buku fisik atau e-book. Tentunya jumlah buku yang akan dibaca per orang berbeda dan tidak serta merta menentukan apakah pembaca yang ini lebih oke dari pembaca yang satunya sebab tidak melulu ditentukan oleh halaman melainkan kualitas bacaan. Berbicara mutu tentu saja bersifat relatif. Ada yang nggak mau ganti genre buku bacaan alias kekeuh pada tipe buku favorit saja. Tetapi ada pula yang berani membaca buku dari genre yang sebenarnya ia kurang tertarik atau bahkan baru sekali pun.

Apakah kalian hanya membaca satu buku dalam satu waktu atau beberapa buku dalam waktu yang sama?

Ada tipe pembaca yang setia membaca buku atau novel di waktu tertentu. Ia tipikal yang single tasker, fokus pada satu judul baru beralih ke judul yang lain. Tetapi ada pula yang membaca beberapa novel atau buku dalam waktu yang bersamaan entah karena memang sudah menjadi kebiasaan atau sekadar untuk mengusir kebosanan jika hanya melahap satu buku atau satu novel saja.

Perlukah membuat daftar buku yang akan dibaca tahun ini?

Apakah ada dari kalian inspirator yang ngincer buku-buku tertentu untuk dimasukkan ke dalam daftar to-be-read tahun ini. Kami yakin ada rasa puas tersendiri jika kalian mencoret salah satu judul sebagai pertanda sudah dibaca. Membuat daftar novel atau buku yang hendak dibaca setiap tahun bisa menjadi motivator tersendiri agar giat membaca. Sama seperti pelancong yang membuat bucket list tentang tempat yang akan dikunjungi dalam waktu tertentu. Sementara traveling mungkin membutuhkan biaya besar dan butuh cuti dari kerjaan, tentunya membaca buku atau novel tak perlu seribet dan semahal itu. Cuma tantangannya adalah apakah kita teguh dengan komitmen yang kita buat sendiri? Sanggupkah kita melawan rasa malas dan ogah-ogahan?

Sementara kawan inspirator merenungkan itu semua, admin rampungi celotehan edisi ini dengan kutipan dalam dari Ray Bradbury, penulis buku Fahrenheit 451:

You don’t have to burn books to destroy culture. Just get people to stop reading them.”