Inspirator Minggu Ini: Imam Budiman

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Desember 2016
Inspirator Minggu Ini: Imam Budiman

Inspirator yang satu ini khas berkat tulisan dia yang sastrawi baik untuk cerita pendek mau pun puisi. Getol memainkan kata-kata, filosofis dalam bercerita entah untuk karya romantis mau pun berbau agama, Imam Budiman adalah inspirator yang karyanya sungguh sayang untuk dilewatkan.

Termasuk inspirator yang setia berkarya bareng Inspirasi.co, pria asal Samarinda ini memulai unggahan tulisannya pada 12 Maret 2016 hingga kini. Walau masih belum naik status sebagai 'Inspiration Addict', Imam tetap menjaga konsistensinya menulis. Melihat kualitas tulisannya tak heran perantau di Jakarta ini begitu memukau. Ia pernah menelurkan buku 100 kumpulan sajaknya, “Kampung Halaman”  dan seabreg puisinya pernah nongol di media nasional.

Berikut kami cuplikkan beberapa karya dia yang luar biasa, beberapa di antaranya pernah kami pilih mewakili tim redaksi.

‘Puisi Kematian Penyair Sapardi’, misalnya. Tulisannya yang pertama kami pilih mewakili tim redaksi sungguh berkelas. Terlihat kepiawaian Imam mengolah kata sehingga menjadi tulisan dengan bobot sastra tinggi. Sebenarnya dalam tulisan ini ia mengkritik penyair favoritnya yang mulai mengubah haluan dari karyanya dulu yang menurutnya sastra menjadi karya sastra yang ngepop dalam ‘Hujan Bulan Juni”. Cerpen ini jadi contoh asyik tulisan kekaguman sekaligus kekecewaan seorang penggemar kepada idolanya yang patut dicontoh.

Walau tak sempat dilirik menjadi pilihan redaksi, tulisan Imam, “Dik, Kupinang Kau Dengan Mahar Draft 1000 Puisi” cukup menuai banyak komentar dan view awal April tahun ini. Cerpen yang sebenarnya curahan hati ini asyik sekali dibaca sebab berkisah mahar meminang perempuan berdasarkan fakta di beberapa daerah.

Kemampuan Imam paling kentara dilihat dari puisi-puisinya yang sangat bagus, seperti “Perempuan Setenang Gemericik Danau Kwari”. Dalam sajaknya ini, Imam menyajikan karya yang puitis, romantis dalam kadar secukupnya dan membuai pembaca. Dalam “Enam Sajak Imam Budiman – Lampung Pos, Minggu, 2 Agustus 2015”, Imam lebih banyak bereksperimen menuangkan gagasan melalui sajak pendek berbalut metafora hewan dan tetumbuhan. Kata dipilih sangat cermat sehingga sanggup menyampaikan pesan dalam dan lagi-lagi filosofis.

Tulisannya yang juga sempat menjadi pilihan redaksi, ”Meski Bukan Sarjana, Bapak Saya Tidak Bodoh” agak berbeda dari biasanya dimana Imam memilih tema yang jauh dari kesan romantis. Toh cerpen ini pun sukses mengajak pembaca merenung sebab sangat bisa mengaitkan kondisi yang dialami para tokoh dengan keseharian mereka. Pertanyaan tentang agama, Tuhan dan hubungan vertikal Tuhan dan manusia dalam karya ini secara teori dan praktek patut menjadi renungan bagi setiap hamba tak peduli level pendidikan masing-masing orang.

Selalu setia berkarya di sini, Imam!