Mengenal Diri Sendiri Melalui Tulisan Penulis Favorit

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 02 Desember 2016
Mengenal Diri Sendiri Melalui Tulisan Penulis Favorit

Sejenak kami mengajak inspirator melihat ke belakang buku, novel, atau tulisan dari pengarang yang kalian sukai dan pastinya telah tuntas dibaca. Lalu coba inspirator menarik benang merah dari semuanya. Tidak semua karya bernada sama, ada yang di luar kecenderungan, tetapi setidaknya ada beberapa hal yang bisa ditarik dari preferensi bacaan kita selama ini, seperti di bawah ini:

  1. Penulis favorit bak cermin diri sendiri

Terutama jika inspirator mempunyai satu atau dua pengarang yang paling sering karyanya dibaca. Coba pelajari biografi mereka lalu mengaitkan kisah hidup mereka dengan tulisan yang pernah dihasilkan. Dari situ terlihat kepribadian penulis secara umum. Jika inspirator paling menyukai penulis tertentu dengan seabreg sifat mereka besar kemungkinan seperti itulah dirimu. Pesimistis, optimistis, periang, positif, skeptis dan lainnya. Menemukan penulis yang klik dengan diri sendiri bak menemukan ‘teman’ atau bahkan diri sendiri dalam bentuk orang lain.

  1. Keinginan yang tak tercapai

Ada banyak penulis yang justru terkenal dengan karya yang  dia tak mengalaminya. Sebagai contoh, Jane Austen, yang tidak menikah selama dia hidup tetapi berhasil menyihir pencinta sastra romantisme dunia lewat ‘Pride and Prejudice’ atau ‘Sense and Sensibility’, keduanya berakhir dengan pertautan pria wanita dengan akhir bahagia selamanya.  Jika inspirator menyukai cerita yang kebetulan tidak pernah kalian alami ada kemungkinan mewakili harapan yang tidak teraih atau belum terlaksana.

  1. Sikap terhadap hidup

Hal ini terkait dengan poin pertama. Sikap dan kepribadian penulis sangat mempengaruhi pandangan mereka terhadap kehidupan secara umum. Oleh karena itu, biasanya jika kamu menyukai satu atau beberapa pengarang dengan kepribadian tertentu maka sepaket pula dengan pandangan mereka mengenai kehidupan. Sebagai contoh, pembawaan yang melankolis umumnya sejalan dengan sikapnya mengenai kehidupan yang cenderung muram. Penulis dengan karya yang mengangkat tema realistis atau sosial bisa jadi melihat kehidupan atau masa depan dengan pragmatis.

Selalu menarik meneliti karya seorang penulis lebih dari teks di luar. Setiap pengalaman hidup si empunya karya, latar belakang keluarga juga opini mereka tentang masalah secara umum tak bisa dipungkiri turut berkontribusi terhadap munculnya buku atau novel.

Kalau inspirator sendiri adakah punya pengalaman pribadi dengan penulis tertentu? Apakah hal itu juga berarti mewakili sifat atau pandangan hidup kalian? Ditunggu bagi-bagi infonya di kolom sebelah.

Selamat membaca!

  • view 333