Wiro Sableng dan Aksi Bela Islam 212

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Agama
dipublikasikan 02 Desember 2016
Wiro Sableng dan Aksi Bela Islam 212

Tiba-tiba media kita, terutama sosial media kita, dibanjiri dengan berbagai meme dan berita tentang seorang tokoh yang sangat populer dalam dunia persilatan Indonesia dalam dua-tiga dekade yang lalu, yakni Wiro Sableng. Termasuk juga sang Guru yang dibawa-bawa ke publik: Eyang Sinto Gendeng.

Entah mengapa pasca demonstrasi 4 November yang lalu yang kemudian menjadi sangat populer dengan sebutan akronim antik 411, cara menyingkat angka tanggal ini menjadi sangat “kekinian”. Beberapa pihak yang menyelenggarakan acara hari-hari ini lebih suka terpapar virus ini: 411, 211, 412, 612, dan seterusnya.

Dan 212 adalah angka khusus yang sudah terlanjur populer lebih dulu: kode keramat dalam kapak sakti milik Wiro Sableng.

Nah, mungkin ini pula yang membuat publik saat ini melihat fenomena Aksi Bela Islam lanjutan ini secara lebih santai. Euforia kebencian yang sedemikian ngeri di aksi-aksi sebelumnya kini mengalir dengan lebih lembut.

Lalu bagaimana kita melihat substansi Aksi Bela Islam ini? Pelajaran inspiratif apa yang bisa kita ambil dari situ? Bagaimana pula kita melihat proses negosiasi yang naik turun antara pihak aparat pemerintah, penyelenggara demonstrasi, presiden, para tokoh agama, dan juga para “penunggang” yang ditengarai ada namun main petak umpet di belakang para pendemo?


  • Elsa 
    Elsa 
    9 bulan yang lalu.
    "Ternyata kelembutan yang merekatkan perbedaan-perbedaan kita." Kata-kata Aa Gym tersebut sangat menggugah hati dan mengingatkan saya akan keutamaan sikap dan cara-cara yang lembut dalam menyikapi segala hal.