Inspirator Minggu Ini: Desy Febrianti

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Inspiratif
dipublikasikan 29 November 2016
Inspirator Minggu Ini: Desy Febrianti

“Coba tanya pada karang, yang tak pernah bercerita sekuat apa ombak menghantamnya..
“Coba tanya pada bintang, yang tak pernah mengeluh sekelam apa malam yang dilaluinya..”

Petikan karya ‘Kesabaran Itu Senyap’ di atas membuka eksistensi Desy Febrianti di Inspirasi.co.

Walau tak sedari awal bergabung dengan Inspirasi.co, Desy terbilang inspirator yang tekun dan konsisten menulis karya yang sanggup menyelami dasar emosi manusia lalu mengungkapkannya secara maksimal tanpa terkesan berlebihan.

Yang ada adalah goresan hati yang jujur, dalam dan sastrawi. Kreator asal Situbondo, Jawa Timur ini, menulis romansa berbalut cerita dewa-dewi “Pencinta Malam Tentang Dewi Callisto” menjadikan fiksinya asyik dinikmati walau sebenarnya inti cerita bukan barang baru. Cara menyajikannya perasaan para tokoh lah yang membuat karya ini layak dibaca.

Serupa dengan judul sebelumnya, Desy menuturkan cerita yang sangat manis lewat ‘Pencinta Malam Perempuan Dalam Mimpi’. Masih mencomot tokoh dewa dan dewi Yunani, fiksi ini sungguh imajinatif dan kreatif, tipikal cerita yang sukses membuai angan.

Desy juga bisa menghadirkan kisah romansa yang kekinian dengan bahasa anak muda, seperti dalam ‘Notifikasi Hening’. Tak seperti beberapa judul di atas, kali ini tulisannya lebih lugas dan mengandung banyak dialog langsung. Cocok dibaca jika hanya memiliki waktu singkat.

Perempuan penyuka menulis ini turut memasukkan banyak puisi dalam galeri karyanya. Seperti halnya dengan tulisan, puisi milik Desy juga masih seputar hati, cinta dan emosi manusia. Tetap dalam dan halus. Misalnya, bisa kita baca dalam ‘Rindu yang Terburu-buru’, ‘Ruang Hati yang Gaduh’ dan ‘Rindu yang Malu-malu’. Membaca judulnya saja sudah menarik, semacam satir, bermakna dalam dengan bahasa yang menyindir. Banyak dari kita pun juga bisa merasa terwakilkan dalam sajak-sajaknya itu.

Karya terakhirnya ‘Hanya Seikat Ilalang’ begitu menyentuh, sedih sekaligus kuat. Cerpen ini berkisah tentang seorang perempuan yang di ujung maut dan harus berpisah dengan pria yang ia cintai. Bisa diambil kesimpulan Desy ini kreator yang unik, satu dari segelintir yang dapat membuat emosi sedih dan melankolis menjadi karya manis tersendiri.

Tetap berkarya, Desy!