Inspirator Minggu Ini: Khatulistiwamuda

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 November 2016
Inspirator Minggu Ini: Khatulistiwamuda

Minggu ini mari kita mengenal lebih dalam tentang komunitas Khatulistiwamuda. Sekelompok inspirator yang satu ini baru bergabung sebulan dengan Inspirasi.co tetapi telah cukup mencuri perhatian berkat beberapa karyanya yang selain banyak dibaca juga isi tulisan yang ‘dalam’. Bagaimana komunitas terbentuk mereka jelaskan dalam ‘Anakanak Waktu’.

Sesuai dengan biografi singkat yang ditulis di laman pribadinya, komunitas ini bergerak pada tiga hal, yaitu pendidikan, sosial budaya dan spiritulitas. Tak mengherankan bahwa karya yang muncul dari anggota komunitas ini tak jauh dari ketiga topik tersebut.

Karya anggota komunitas ini, Ren Muhammad, yang berjudul ‘Karunia Airmata’ menjadi karya awal yang cukup ‘berat’, mengupas kekuatan airmata yang berlinang secara jujur berbekal rasa sosial tinggi dan miris yang dilakukan oleh tokoh besar dunia, seperti Mahatma Gandhi.

Silviana Safitri juga mengupas tema berbobot dalam ‘Menangisi Waktu’. Kali ini tulisan lebih panjang yang menceritakan kebersamaannya dengan komunitas ini. Beberapa pengalaman berharga anggota komunitas ini juga turut dibagi di sini. Sebagai contoh bisa dibaca dalam cerita luar biasa anggota mereka, Desy Oktaviani, dalam ‘Jeruji Hati’.

Atau bisa pula simak kisah Farhan Fauriza dalam ‘Berlayar ke Timur’, yang walau keduanya berbeda sasaran tempat tetapi ungkapan keduanya tetap berhasil membuat pembaca merenung tentang hidup dan Tuhan.

Satu tulisan yang paling banyak menarik minat pembaca berasal dari Muhammad Rama Pati. Dalam ‘Belajar dari Keluguan’ ia mengungkap kisah nyata proses pembelajaran yang justru ia dapat dari anak-anak kecil. Sungguh pelajaran penting dalam kepolosan mereka tak sanggup ditolak oleh orang dewasa. Pesan yang terkandung di dalam cerita itu pun sukses membuat siapa pun merenung.

Unggahan karya terakhir ‘Rindu Mencari Rumahnya’ karya Luqman Al-Hakim bisa dibilang menjadi karya curahan hati yang sangat berkesan sebab menceritakan proses panjang pencariannya akan Tuhan. Sungguh pergolakan batin yang dirasakan begitu menyentuh dan mungkin mewakili banyak orang.

Terus produktif, Khatulistiwamuda!