Empat Hal yang Bisa Kamu Pelajari dari Tulisan Seseorang

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Oktober 2016
Empat Hal yang Bisa Kamu Pelajari dari Tulisan Seseorang

Bagi pencinta fesyen, kamu adalah apa yang kamu pakai. Penyuka kuliner menyebut kamu adalah apa yang kamu makan. Yang gemar nulis bisa bilang juga kamu adalah apa yang kamu tulis. Sadar atau tidak, kita bisa mempelajari banyak atau sedikit hal tentang seseorang dari apa yang mereka tulis. Ada yang konsisten menggunakan sudut pandang yang sama dalam setiap karyanya tetapi ada pula yang mencoba bereksperimen memakai lensa berbeda. Berikut beberapa hal yang bisa kulik dari tulisan seseorang, sebab terkadang teks dapat mengungkap banyak hal:

1. Sikap hidup

 

Jika yang ditulis tulisan motivasi atau renungan dengan mudah kita bisa menyimpulkan pandangan hidup si penulis secara umum. Lalu bagaimana jika yang ia tulis cerita pendek atau novel? Perlu membaca secara seksama dari awal hingga akhir demi mendapat gambaran si penulis apakah ia termasuk orang yang skeptis, pesimistis, netral, positif dan sebagainya.

2. Masa lalu

 

Cara terbaik melihat masa lalu yang disematkan tiap penulis adalah dengan menyelami secara mendalam sifat karakter yang ia buat. Setelah itu pelajari juga biografi penulis tersebut. Biasanya akan ada sedikit atau banyak fragmen karakter fiktif tersebut yang mengandung sifat dari orang yang pernah berkesan di masa lalu penulis itu. Hal ini lumrah terjadi. Banyak alasan yang mendorong mengapa ada penulis yang melakukan hal ini, bisa atas dorongan mempermudah kepenulisan dibanding melakukan riset tersendiri. Atau bisa pula si penulis ingin mengutarakan uneg-unegnya tentang orang itu dalam bentuk buatan.

3. Pola pikir

 

Kerangka berpikir seseorang jelas tergambar dari tulisannya. Mereka yang rapi dan runut dalam meletakkan setiap kalimat cenderung memiliki pikiran dengan logika yang terstruktur secara baik. Pola pikir yang kacau juga bisa dibaca dari ungkapan yang tidak beraturan dari satu kalimat ke kalimat berikutnya. Hal ini terkait erat dengan konsep. Mereka yang menulis secara rapi biasanya telah mempunyai konsep mendalam lalu tinggal mengeksekusinya. Tulisan mereka pun enak dibaca bak alir mengalir di dalam sungai. Sebaliknya ada yang acak, dimana antar satu kalimat tidak nyambung dengan berikutnya. Dalam hal ini, penyuntingan diperlukan jika ingin tulisan mudah dipahami oleh banyak orang.

4. Suasana hati

 

Senang, sedih, marah dan sederet label emosi lainnya bisa ditangkap melalui tulisan. Mungkin inspirator pernah menjumpai ada pengarang tertentu dalam periode tertentu sering menulis karya yang sendu. Bisa pula musisi yang kerap menciptakan lagu sedih dalam babak tertentu dalam hidup mereka. Lalu ketika kita teliti ternyata mereka sedang ada masalah atau kehilangan seseorang yang berharga dalam hidup mereka saat itu. Jadi bukan hal mengherankan suasana batin dalam hidup pribadi mereka pun tertuang dalam karya seni mereka.

Demikian inspirator celotehan redaksi edisi kali ini. Semoga bermanfaat!