Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 27 Oktober 2016   14:55 WIB
UWRF 2016: 5 Hari untuk Masa Depan Sastra, Seni RI yang Lebih Hidup

Sejak kemarin penyuka sastra dan seni dalam dan luar negeri sudah mulai bisa menikmati festival ide dan cerita dari banyak pegiat di bidangnya masing-masing. Sementara perhelatan tahunan ini bisa dibilang menjadi ajang bertemunya gagasan level internasional, Ubud Writers and Readers Festival/UWRF 2016 tetap berpegang teguh mendukung penulis dan seniman nasional dalam membawa suaranya menembus dunia.

Melalui beragam diskusi panel terbuka, “live performance”, pemutaran film, pameran seni, dan lainnya, acara ini tak hanya merayakan keindahan alam Indonesia tetapi memberi ruang bagi kreator mempertajam keahlian mereka dan menghubungkan diri dengan industri global, tulis pihak UWRF 2016 siaran pers pada 26 Oktober 2016.

Ditambah lebih dari 70 acara gratis yang berlangsung antara 26 dan 30 Oktober 2016 ini, UWRF tahun ini juga menawarkan banyak kegiatan yang cocok bagi mereka dengan anggaran berapa pun, mulai dari pemutaran film hingga ‘workshop’ bagi kaum muda dan anak-anak tentang seni menulis, pembuatan film, jurnalisme dan desain. Pengisinya pun adalah orang yang memang sudah profesional di bidangnya masing-masing, termasuk di antaranya adalah Endy Bayuni, wartawan senior, dan Wregas Bhanuteja.

Janet DeNeefe, pendiri sekaligus direktur UWRF 2016, mengatakan salah satu tantangan terbesar bagi UWRF adalah menjangkau tempat atau bagian terpencil nasional berkat luasnya negeri ini. “Banyak dari tempat tersebut yang bahkan tidak memiliki perpustakaan atau toko buku,” katanya.

“Inti dari apa yang kami lakukan adalah memastikan sastra dan seni Indonesia terdepan dan menjadi pusat ribuan tamu internasional yang datang ke festival ini serta mendukung suara generasi Indonesia selanjutnya,” tambahnya.

“Sedangkan tema tahun ini yakni ‘Aku adalah engkau - engkau adalah aku’. Memupuk sastra Indonesia dan pemandangannya yang artistik melalui inisiatif, seperti program Satelit, Antologi UWRF, dan banyak sekali acara gratis, tak hanya meningkatkan masa depan industri kreatif Indonesia lebih bergelora tetapi menjadikan acara ini berkelas dunia,” pungkasnya.

Selamat menikmati sajian sastra dan seni terbaik sepanjang akhir pekan ini bersama UWRF 2016, inspirator!

Kredit foto: Stanny Angga. Milik Ubud Writers and Readers Festival 2016

Karya : Redaksi inspirasi.co