Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 25 Oktober 2016   17:50 WIB
Inspirator Minggu Ini: Shanti Agustiani

Kreator yang satu ini produktif dan konsisten. Sebanyak 121 karya dalam rentang 3,5 bulan menandakan Shanti Agustiani orang yang senang memanfaatkan waktunya untuk menghasilkan karya.

Mayoritas karyanya berupa tulisan dan puisi. Yang kedua menjadi awal perkenalannya berkarya di Inspirasi.co. “Sakura”, “Man Jadda Wajada” dan “Pulang Yogyakarta” menjadi tiga sajak pembukanya di sini.

Setelah 14 puisi ia telurkan, Shanti merambah dunia cerita pendek. Bermula dari kisah yang sekali langsung tamat, inspirator asal Balikpapan, Kalimantan Timur, ini lalu membuat cerita serial atau cerita bersambung. Benang merah dari semua karyanya, mulai dari puisi hingga cerita serial, sangat variatif dan universal. Kasih sayang, spiritualitas, cinta, hubungan sesama manusia menjadi beberapa tema pokok sebagai latar dari karya-karyanya.

Serial yang paling melekat dengannya tentu saja ‘Gadis Naik Bujang’ yang banyak mengetengahkan cerita rakyat, keyakinan nenek moyang zaman dulu dan berbau mistis. Cerita yang kini sudah memasuki babak ke-13 ini juga menyuarakan kemandirian perempuan, pentingnya pendidikan, dan pastinya kekuatan mimpi.

Shanti mempunyai daya imajinasi yang tinggi. Seolah tahu akan kemampuannya ini, Shanti terus mengeksplorasi diri mengembangkannya, salah satunya lewat cerita pendek berjudul ‘Celoteh Ubur-ubur’. Cerita yang pada awalnya terlihat asyik ini ternyata mengandung pesan yang sangat pilu tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Selain ‘Gadis Naik Bujang’, ciri khas Shanti adalah keasyikannya bermain dengan puisi akrostik, sajak dimana huruf awal baris menyusun sebuah kata atau kalimat. Sebagai contoh, ‘Indahnya Bersabar’ dan ‘Biarkan MTGW Berlalu’.

Ia beberapa kali menyelipkan pula karya sajak tanka yaitu sajak pendek asal Jepang yang terdiri dari lima baris. Bisa tengok ‘Rembulan Memeluk Matahari’ sebagai contohnya.

Teranyar, Shanti mencoba mengulik puisi mbeling dan puisi riolet. Puisi mbeling sendiri mengacu pada puisi yang tidak selalu mengikuti kaidah sastra yang ada. Sedangkan puisi riolet adalah puisi Abad Pertengahan Prancis yang terdiri dari dua sajak, yang masing-masing sajak terdiri dari delapan baris. Contoh untuk masing-masing istilah yang dimaksud adalah ‘Kerja Kerja Kerja’ dan Ada Apakah Denganmu?.

Ditunggu eksperimen kreatifmu di sini lagi, Shanti!

 

Karya : Redaksi inspirasi.co