Lima Tips Agar Tulisan Ilmiahmu Renyah Dibaca Semua Kalangan

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 30 September 2016
Lima Tips Agar Tulisan Ilmiahmu Renyah Dibaca Semua Kalangan

Menulis topik ilmiah yang menjadi favorit kita untuk konsumsi publik dari berbagai minat dapat menjadi tantangan tersendiri. Jikalau niat awal sekadar berbagi ilmu bukanlah masalah menulis banyak istilah asing tanpa penjelasan atau dengan menggunakan bahasa akademis. Akan tetapi jika berniat ingin dibaca banyak orang agar ide dapat diterima dan diketahui sebanyak mungkin orang, dibutuhkan beberapa hal yang layak diperhatikan lalu diterapkan bila perlu. Berikut kami sajikan beberapa di antaranya:

  1. Berangkat dari ide kecil atau fenomena yang sedang marak terjadi

Dengan bekal bahwa tidak semua orang memahami apa yang hendak ditulis maka lebih baik memulai ide dari hal kecil atau fenomena yang sedang ramai diperbincangkan. Sebagai contoh, inspirator yang menekuni dunia perpajakan bisa bersuara tentang pengampunan pajak atau tax amnesty. Tulisan dapat diawali dengan fenomena banyaknya warga yang ramai-ramai memaksa pegawai pajak lembur agar dapat melayani mereka ikut serta dalam pengampunan pajak. Selalu mulai tulisan dengan hal ringan sebagai pancingan agar pembaca mau terus membaca tanpa mengernyitkan dahi tanda pusing.

  1. Teori dan argumen sebaiknya di bagian tengah

Tulisan akademis atau ilmiah omong kosong tanpa teori atau argumen yang telah terbukti secara luas. Lebih baik memasukkan bagian paling penting ini di bagian tengah atau menjelang akhir tulisan agar pembaca yang belum pernah mengetahui topik tersebut atau masih asing tidak kabur jika bagian teoritis diletakkan di bagian atas tulisan.

  1. Menyederhanakan istilah teknis

Jika bisa menemukan sinonim dalam bahasa yang sederhana atau terjemahan dalam Bahasa Indonesia akan lebih baik. Atau jika memang tidak bisa menemukan padanan dalam bahasa Indonesia maka usai menyebutkan istilah tersebut lebih baik dijelaskan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh khalayak.

  1. Berusaha menempatkan diri di posisi pembaca

Selalu berusaha menempatkan posisi sebagai pembaca. Setiap kali selesai menulis akan lebih baik untuk membacanya kembali sembari merenungkan apakah pembaca yang awam sekali pun mengerti atau tidak. Jangan beranggapan semua pembaca cepat paham atau menguasai temanya. Berpegangan terus terhadap hal ini dalam menulis akan mengarahkan pada pemilihan kata yang sebisa mungkin mudah dipahami.

  1. Tempatkan diri sebagai penyebar informasi bukan guru

Tak ada seseorang pun yang mau digurui bahkan oleh yang memang ahli di bidangnya. Menggenggam erat prinsip ini akan mendorong pada penyajian kata yang lebih ‘rendah hati’, jauh dari kesan memerintah.

Semoga akan lebih banyak inspirator yang menulis karya akademis, argumen dengan bahasa asyik di sini. Bahasa dan cara penyajian yang tepat tak akan hanya membuat tulisan inspirator banyak dibaca tetapi juga tetap mengandung bobot yang berisi.

Selamat mencoba!