Lima Autobiografi yang Bisa Mengubah Pandanganmu Tentang Hidup

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Buku
dipublikasikan 23 September 2016
Lima Autobiografi yang Bisa Mengubah Pandanganmu Tentang Hidup

Berpuluh atau beratus tahun yang lalu dari hari ini mungkin ada orang yang pernah mengalami masalah serupa dengan apa yang kita alami sekarang. Entah terpuruk karena sama sekali tidak mempunyai uang, didepak dari bangku sekolah atau bahkan dia hidup dalam bayang-bayang tembakan pistol.

Tetapi nenek moyang kita tersebut telah memilih berjuang dan hasilnya tak hanya mereka bisa tetap hidup bahkan sukses, kisah mereka menjadi inspirasi, rujukan sekian juta manusia generasi setelahnya keluar dari masalah yang sedang dihadapi. Berikut kami sajikan lima autobiografi terkenal yang perjalanan hidup mereka menyentuh sehingga memotivasi banyak orang untuk tetap melihat gelas setengah penuh.

  1. Het Achterhuis. Dagboekbrieven 14 Juni 1942 – 1 Augustus 1944 atau The Diary of a Young Girl atau The Diary of Anne Frank

Annelies Marie Frank (12 Juni 1929-Februari atau Maret 1945) adalah warga kelahiran Jerman yang lebih banyak menghabiskan waktunya di Belanda selama Nazi menguasai Belanda. Ditulis dalam bahasa Belanda, dalam buku hariannya itu Anne menulis kehidupannya dalam persembunyian antara 1942 dan 1944 saat serdadu Jerman menguasai Belanda pada Perang Dunia II. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 60 bahasa dan divisualisasikan ke dalam bentuk film.

  1. I Know Why the Caged Bird Sings (1969)

Ini adalah autobiografi yang ditulis sendiri oleh Maya Angelou, salah satu sastrawan terbaik yang pernah dimiliki oleh Amerika Serikat. Ia juga dikenal sebagai pejuang hak asasi manusia. Dalam bukunya ini, Maya Angelou bercerita tentang tahun-tahun awalnya hingga ia menjadi seorang ibu pada usia 16 tahun. Hal menarik dalam buku ini adalah mengetahui perjalanan Maya dari korban rasisme dengan karakter kompleks menjadi wanita muda yang bertanggung jawab. Kecintaannya pada sastra ternyata mampu membuatnya keluar dari trauma dan rasisme.

  1. The Story of My Life (1903)

Helen Adams Keller (27 Juni 1880-1 Juni 1968) adalah penulis, aktivis dan dosen asal Amerika Serikat. Dia adalah tuna netra sekaligus orang tuli pertama yang memperoleh gelar sarjana bidang seni. Buku ini mengisahkan perjalanan hidupnya pada tahun-tahun pertama serta interaksinya dengan Anne Sullivan, instruktur Hellen yang juga seorang tuna netra.

  1. The Autobiography of Malcolm X (1965)

Karya ini merupakan kolaborasi antara Malcolm X, yang dikenal sebagai pegiat hak asasi manusia dan jurnalis Alex Haley. Alex Haley berkontribusi dalam menuliskan karya ini berdasarkan wawancara mendalam dengan Malcolm X antara 1963 dan saat pembunuhan Malcolm X pada 1965. Buku ini disebut penting sebab memuat narasi yang menggambarkan filosofi Malcolm X tentang kebanggaannya menjadi orang kulit hitam.

Buku ini juga memuat kisah hidup Malcom X mulai dari kecil, keterlibatannya dalam kejahatan terorganisir hingga masuk ke penjara.

  1. Persepolis (2000)

Selain terhitung lebih anyar dibanding otobiografi sebelumnya,  yang unik dari buku yang satu ini adalah ia dalam bentuk grafis. Dalam bukunya ini, Marjane Satrapi menceritakan masa kecil hingga awal masa dia dewasa di Iran selama dan sesudah revolusi Islam. Perang dan konflik menjadi bagian sehari-hari ia hidup dan tumbuh. Judulnya sendiri mengambil referensi ibukota kuno Kekaisaran Persia, Persepolis.

Memoar ini telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dan diwujudkan ke dalam bentuk film animasi. Marjane Satrapi sendiri kini bekerja sebagai penulis buku anak-anak, ilustrator dan penulis novel.

Selamat membaca, inspirator!

 


  • Elsa 
    Elsa 
    3 bulan yang lalu.
    Saya tertarik dengan otobiografi Marjane Satrapi. Apakah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia?

    • Lihat 3 Respon

  • Mochamad Syahrizal
    Mochamad Syahrizal
    10 bulan yang lalu.
    hmm menarik juga, masa masa peperangan dan perjuangan