Karya Pilihan Minggu Ini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 September 2016
Karya Pilihan Minggu Ini

 

Tulisan karya Nahla Jingga : "Janji Juang Ezza"

 

Catatan redaksi: Pertama-tama, penulis cerdas dalam mengambil sudut pandang sosok keluarga yang berjuang mati-matian bertahan hidup melawan gempuran tentara Zionis di Gaza. Sosok Ezza dan saudara-saudaranya digambarkan secara rinci. Ada suasana ceria yang tetap mereka rasakan walau tak tahu sampai kapan akan bisa bersama. Menjabarkan seperti ini saja sudah lebih dari cukup membuat pembaca terharu, senang dan sedih pada saat yang hampir bersamaan. Penggambaran dahsyatnya gempuran di lokasi cerita, hal-hal sepele yang membahagiakan Ezza dan saudara-saudaranya membuat cerpen ini indah secara bahasa.

Dan pastinya hal yang paling menonjol dari tulisan ini adalah kandungan pesan kekinian sarat perjuangan yang sungguh kuat. Bahwa berjuang bisa dilakukan melalui tulisan, tidak melulu fisik. Sosok Ezza menjadi contoh kendala fisik tak menjadi halangan memenuhi janji kepada sang kakak bahwa ia akan ikut berjuang, kini dengan caranya sendiri dan bisa memberi dampak yang juga luas ke dunia. Buat kita yang tidak merasakan perang tulisan ini menjadi pengingat dan panggilan agar turut prihatin dan berjuang meringankan beban saudara-saudara yang tinggal di daerah konflik dengan cara yang bisa kita pilih sendiri. Komplit kerennya, Nahla Jingga!

 

 

Video karya Anick Ht : "Konflik dan Segregasi"

 

Catatan redaksi: Konflik adalah salah satu wajah Indonesia hari ini. Perbedaan suku, agama, ras, dan bahkan seringkali perbedaan hoby-pun dapat memunculkan konflik dan permusuhan. Perbedaanpun sering digunakan untuk memecah belah masyarakat. Sejak jaman kolonial Belanda, politik segregasi digunakan untuk memudahkan pemerintah mengatur dan menundukkan masyarakat. Mental segregatif itu juga yang memengaruhi langgengnya konflik antar kelompok.

Kali ini kita disuguhi video opini menarik dari aktivis perdamaian yang terlibat langsung dalam proses perdamaian dan pemulihan masyarakat pasca konflik yang sangat besar di Ambon. Pendeta Albertus Patty menyebut dirinya provokator perdamaian dan melakukan banyak sekali agenda mediasi dan perjumpaan antar masyarakat yang berkonflik. Semoga video seperti ini banyak ditonton oleh publik Indonesia.

 

 

Foto karya Fadhillah Ummul : "Senja dan Mesjid"

 

Catatan redaksi: Senja, waktu yang paling indah dari sepanjang hari, cahaya matahari yang membaur dengan kegelapan malam yang mulai datang, sehingga membuat langit seakan-akan berwarna jingga nan indah. Mesjid, tempat ibadah umat Islam.

Perpaduan pesona senja dan masjid menghasilkan gambar yang sejuk ketika melihatnya. Senja dan masjid saling berkesinambungan, karena senja karya Tuhan yang patut dikagumi dan masjid tempat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ide kreatif Fadhillah dalam mengambil angle pun bagus, serta teknik foto backlight yang ia ambil pun dapet dan tidak terlalu gelap. Bagus fotonya!

 

 

Grafis karya Rian Gusman Widagdo : "Me vs Monster"

 

Catatan redaksi: Gambar sederhana dalam hal konsep dan teknik pengerjaan namun mempunyai makna dalam berkat simbol yang dikandungnya. Rian piawai mengemas pesan dalam benaknya dalam karya yang berkesan dan tak terlalu banyak benda ini. Gambar diberi warna-warni yang pas dengan benda atau simbolnya.

Ringkasan yang ia tulis sungguh menjelaskan tantangan yang dialami si tokoh. Masalah atau tantangan, yang dalam judul ini bisa disebut sebagai monster, menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup setiap manusia. Ada yang bergulat mengatasi tantangan dalam hal studi yang tak kunjung rampung, ada pula yang kecanduan main game. Bisa pula gatal selalu ingin berbelanja. Intinya semua ada pengendalian diri masing-masing. Luar biasa, Rian!

 

 

Audio karya Mega Tri Mulyani : "Mega Cover - A Whole New World   (Ost. Aladin)"

 

Catatan redaksi: Wah, enak banget suaranya. Mega yang mengcover lagu A Whole New World ini tidak kalah bagus dari penyanyi aslinya. Suaranya yang empuk nan mendayu ini melemahkan pendengaran kita. Intonasinya juga bagus, hampir mirip dengan aslinya. Sayang sekali ada sedikit catatan dari audio ini adalah tidak ada endingnya, tiba-tiba berhenti begitu saja, karena ia mengcover lagunya tidak sampai selesai. Lain kali sampai selesai ya Mega, biar pendengar tidak kecewa di saat lagi menikmati lagunya. Ditunggu karya selanjutnya Mega!

 

Gambar oleh Reni Fauziah.