Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 19 September 2016   13:06 WIB
Tristan Bramanta, Anak Indonesia yang Mendunia Usai Juarai Kontes 'Spelling Bee'

Hafizh Tristan Bramanta sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris saat pertama kali bertolak ke Australia, pada usia tiga tahun. Bersama kedua orang tuanya, Sigid Prasetyo dan Luluk Hanifah, Tristan meninggalkan Ponorogo, Jawa Timur dan kini menetap di Melbourne, negara bagian Victoria.

Walau lahir bukan sebagai pengguna asli Bahasa Inggris, Tristan, kini 11 tahun, membuktikan kerja keras dan dukungan keluarga membuatnya tak hanya mahir berbahasa Inggris, bahkan sanggup membanggakan kedua orang tua dan rakyat Indonesia dengan baru saja memenangkan The Great Australian Spelling Bee 2016.

The Great Australian Spelling Bee merupakan sebuah kompetisi bergengsi bagi anak-anak dalam mengeja kata Bahasa Inggris di seantero Australia. Beberapa manfaat mengikuti kontes ini adalah meningkatkan rasa percaya diri dan menambah kosakata dan pengetahuan anak. Tak tanggung-tanggung, Tristan sanggup menyingkirkan total 17 pesaingnya, yang mayoritas lahir sebagai penduduk asli pengguna Bahasa Inggris. Acara musim kedua ini sendiri disiarkan secara langsung di televisi Australia melalui kanal Network Ten sejak 17 Juli 2016.

Dalam partai puncak yang digelar pada 17 September 2016 waktu setempat, Tristan berhadapan dengan Zachary. Dua kontestan sebelumnya, Annie dan Ava, terlebih dahulu gugur. Dalam babak 'head-to-head' melawan Zachary, Tristan sukses menjawab tantangan juri, di antaranya dengan mengeja 'treacherous' dan 'piroutte'. Dengan kemenangan ini, Tristan berhak membawa pulang trofi juara kontes The Great Australian Spelling Bee tahun ini.

Banjir ucapan selamat tertuju pada Tristan. Seperti yang dilihat pada laman Facebook dan Twitter The Great Australian Spelling Bee 2016, banyak komentar pujian yang diberikan buat Tristan. Ada pula yang menanyakan asal negara Tristan. Ada pula yang mengatakan kemenangan Tristan sebaiknya menjadi cambuk bagi anak asli pemakai Bahasa Inggris agar jangan kalah dengan mereka yang bukan pemakai asli Bahasa Inggris.

Kepada pembawa acara kontes ini, Tristan menyebut ia suka mengeja kata sebab memberinya kebebasan untuk mengoreksi 'email' dan pesan orang lain.

Tristan mengaku 'mysticism' atau kebatinan sebagai kata yang paling ia sukai. Meski pun jago dalam urusan eja-mengeja kata, cita-cita Tristan bukanlah menjadi guru bahasa melainkan guru geografi.

Terima kasih telah membanggakan Indonesia, Tristan. Semoga cita-citamu tercapai kelak!

Gambar diambil dari laman resmi Facebook The Great Australian Spelling Bee 2016.

Karya : Redaksi inspirasi.co