Sajian Sastra, Seni Berkelas Siap Manjakan Peserta UWRF 2016

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 07 September 2016
Sajian Sastra, Seni Berkelas Siap Manjakan Peserta UWRF 2016

Penggemar sastra dan seni bersiaplah menyambut pagelaran Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2016, yang akan memasuki tahun ke-13 mulai 26 hingga 30 Oktober mendatang.   Acara akan berlangsung di beberapa tempat sekitar Ubud dimana program utama dipusatkan di Taman Baca, Jalan Raya Sanggingan, Ubud, Bali. Gelaran bergengsi internasional ini akan menyuguhkan lebih dari 160 pengisi acara, mulai dari penulis, seniman, musisi hingga pegiat. Tak lupa pula 16 emerging writers akan turut menambah bobot gengsi acara ini.

Dari dalam negeri, beberapa nama penulis besar dipastikan hadir, di antaranya adalah Dewi Lestari, Seno Gumira Ajidarma dan Eka Kurniawan. Slamet Rahardjo, aktor kawakan nasional, pun dijadwalkan turut menyemarakkan acara ini. Penulis buku laris internasional akan turut berbagi ide di sini. Tercatat Hannah Kent, Charlotte Wood, Erica Jong masuk ke dalam daftar pengisi acara yang pastinya membuat peserta UWRF tahun ini akan terpukau. Buku debut Hannah, Burial Rites, laris manis di pasaran, bahkan diterjemahkan ke dalam 28 bahasa. Charlotte Wood pernah menulis lima novel dan satu non fiksi. Novel terbarunya, The Natural Way of Things, masuk ke dalam jejeran calon peraih penghargaan sastra.

Kemeriahan festival ini akan dibuka dengan malam Pecha Kucha pada 26 Oktober 2016 dimana seniman Brave Festival akan tampil ke panggung, masing-masing di antaranya akan menyuarakan apa yang mereka sukai. Keesokan harinya, festival ini akan sangat padat acara, mulai jam 8 pagi hingga jam 9 malam.

Deretan acara menarik sudah menunggu baik peserta mau pun pengisinya. Acara utama pada hari ini mengambil tema tahun ini yaitu ‘Tat Tvam Asi’ atau ‘Aku adalah kamu, kamu adalah aku.’ Beberapa nama akan mengisi sesi ini, salah satunya adalah Dinny Jusuf, yang mengupayakan pengentasan kemiskinan perempuan melalui usaha fesyennya dengan merek Torajamelo.

‘Tat Tvam Asi’, filosofi Hindu abad ke-6, menjadi tema pilihan tahun ini yang dapat diartikan ‘kita semua satu’, selaras dengan filosofi UWRF selama ini yang memunculkan perdebatan tak terjawab tentang hak asasi manusia, nilai perbedaan dan energi yang membentuk kehidupan, lingkungan dan identitas bangsa.

Hari berikutnya menampilkan lima penulis keren; di antaranya Ashwini Devare dan Susanne Gregor, ambil bagian dalam acara utama ‘How to Write’. Eka Kurniawan, penulis nasional yang bukunya telah diterjemahkan ke banyak bahasa asing, akan tampil juga pada hari ini. Ia akan berbagi pemikirannya tentang kejutan sastra nasional yang bisa memenangkan hati pencinta sastra dunia.

Riset dan kepenulisan akan dibahas tuntas oleh Jill Dawson keesokan harinya. Penulis tenar asal Inggris ini akan berbagi ilmu mengenai riset apa yang dibutuhkan jika ingin menulis tentang fiksi sejarah dengan bekal yang masih kurang. Penyuka puisi juga akan dihibur oleh hadirnya The Brothahood. Nikmati pula sajian spoken word dari pujangga lokal mau pun internasional.

Program utama hari terakhir menampilkan sesi ‘In Their Skin’ dimana salah satu emerging writer, Azri Zakkiyah, akan ambil bagian. Sesi ini akan membahas bagaimana jika seorang penulis menyelami karakter, yang benar-benar berbeda dari dirinya sendiri.

Jadwal acara lebih lanjut sila klik di sini. Tiket dapat dibeli di sini atau di box office Taman Baca mulai 24 Oktober 2016.

Kredit foto: Anggara Mahendra