Empat Penulis yang Tenar Setelah Wafat

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 02 September 2016
Empat Penulis yang Tenar Setelah Wafat

Di zaman dimana teknologi masih jauh tertinggal dari sekarang, ada beberapa penulis hebat yang pernah berjuang mati-matian agar bisa hidup. Ada pula yang bakat mereka baru diketahui setelah meninggal dunia. Kepada orang yang akan kami tulis di bawah ini, kita berhutang banyak kisah, ilmu dan pemikiran yang sampai sekarang masih kerap dibahas. Keindahan tulisan dan ide unik mereka hingga kini banyak dikenang dan dikutip pencinta sastra di seluruh dunia. Berikut ke-4 nama tenar tersebut sebagaimana diterjemahkan secara bebas dari Wikipedia:

 

1. Emily Dickinson


Emily Elizabeth Dickinson (10 Desember 1830 – 15 Mei 1886) disebut sebagai salah satu penyair yang meletakkan pondasi penting bagi perkembangan puisi di Amerika Serikat. Walau puisi-puisinya kini banyak dikagumi orang, bahkan menjadi bahan ajar mahasiswa Sastra Inggris, koleksi karya Emily baru benar-benar diterbitkan secara luas ke khalayak empat tahun setelah dia tiada.

Semasa hidupnya, Emily menulis hampir 1.800 puisi, kurang dari selusin di antaranya telah dipublikasikan saat ia masih hidup. Itu pun harus banyak diedit guna memenuhi aturan penulisan puisi pada masa itu. Puisi karya Emily sangat unik pada zamannya; mengandung garis pendek, kurang judul, dan acapkali menggunakan ritme yang dibentuk oleh kata yang mirip tetapi dengan bunyi tidak identik. Kematian dan keabadian menjadi tema yang dominan. Kumpulan puisi Emily pertama kali diterbitkan secara luas pada 1890 melalui kenalannya dengan banyak editan. Baru pada 1955 lah, puisi Emily yang tidak banyak diedit dan lengkap tersedia bagi publik dalam The Poems of Emily Dickinson.

 

2. Franz Kafka


Franz Kafka (3 Juli 1883 – 3 Juni 1924) dikenal sebagai salah satu tokoh sastra paling berpengaruh abad ke-20. Penulis kelahiran Republik Ceko ini menggabungkan elemen realisme dan fantasi. Topik yang dia angkat adalah seputar keterasingan, absurditas dan rasa bersalah.

Sedikit dari karyanya yang diterbitkan saat ia masih hidup, itu pun tak banyak diperhatikan oleh publik. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Der Process atau The Trial atau Pengadilan. Novel ini berkisah tentang seorang pria yang ditangkap lalu diadili oleh otoritas di tempat terpencil. Novel ini tidak pernah diselesaikan walau Franz menulis bab akhirnya. Setelah kematiannya pada 1924, teman, yang juga berkecimpung di dunia sastra, Max Brod, menyunting novel itu untuk penerbit Verlag Die Schmiede. Edisi Bahasa Inggris perdananya muncul pada 1937. Kini novel tersebut menjadi novel terbaik Jerman ke-2 sepanjang abad ke-20.

 

3. John Keats


John Keats (31 Oktober 1795-23 Februari 1821) baru dikenal publik setelah karya puisinya diterbitkan empat tahun setelah ia wafat. Walau banyak yang mengritik karyanya semasa hidup, reputasi John tumbuh setelah meninggal dunia dan pada akhir abad ke-19 ia menjadi salah satu penyair kesayangan di Inggris. John terkenal dengan syair pujiannya yang sensual dan romantis. Beberapa karyanya yang populer yaitu ‘Ode on a Grecian Urn’, ‘Bright Star’ dan ‘The Eve of St. Agnes’.

 

4. Anne Frank


Annelies Marie Frank (12 Juni 1929-Februari atau Maret 1945) menulis buku harian, Het Achterhuis yang lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi The Diary of a Young Girl pada 1947. Diarinya tersebut mendokumentasikan hidupnya dalam persembunyian saat Jerman menduduki Belanda pada Perang Dunia II. Anne menjadi salah satu korban Yahudi atas terjadinya tragedi Holocaust yang paling sering dibicarakan.

Ia meninggal dunia di kamp pengungsian Bergen-Belsen pada Februari atau Maret 1945. Otto Frank, satu-satunya yang masih hidup dari keluarga Frank, berhasil menemukan diari Anne yang diselamatkan oleh salah satu pembantu rumah mereka. Diari tersebut pertama kali diterbitkan pada 1947 dalam bahasa Belanda lalu pada 1952 dalam versi bahasa Inggris. Kini, buku harian Anne telah diterjemahkan lebih ke dalam 60 bahasa, sebuah kesuksesan yang sampai sekarang tak pernah Anne cicipi.