Melongok Proses Kreatif 3 Penulis Hebat Dunia

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 22 Juli 2016
Melongok Proses Kreatif 3 Penulis Hebat Dunia

Jane Austen, Agatha Christie and J. K. Rowling merupakan tiga penulis berbeda generasi dengan mengusung topik novel yang juga tidak sama. Meski demikian, ketiganya sukses menjual karya-karya mereka, menjadikan mereka sebagai salah satu yang terhebat di genre masing-masing. Berikut kami sajikan rutinitas yang menjadi bagian penting keberhasilan mereka selama ini sebagaimana yang kami cuplik dari berbagai sumber:

1. Jane Austen (1775-1817)

Bisa dibilang dia ratunya penulis klasik dengan usungan tema romantisme. Walau berlatar belakang abad ke-18 and 19, pesan di tiap novelnya masih relevan hingga sekarang. Beberapa novel larisnya, 'Pride and Prejudice', 'Sense and Sensibility' dan 'Emma', berulang kali diadaptasi ke dalam bentuk film, miniserial hingga teater.

Melihat rutinitas Jane barangkali tidaklah mengherankan dia begitu dikenang. Ternyata dia mencoba setiap hari menulis. Tempat favorit ia menulis adalah di dekat jendela. Dengan mengandalkan meja kecil, Jane mengeksekusi ide di kepalanya paling sering saat malam hari. Awal mulanya, Jane membuat draf terlebih dahulu. Seringkali ia mencoret frase atau keseluruhan kalimat hingga ia merasa puas. Fase terakhir adalah merevisi keseluruhan tulisan.

2. Agatha Christie (1890-1976)

Agatha dicap sebagai jagonya penulis dengan topik kriminal, terutama misteri pembunuhan. Beberapa judulnya yang sangat populer, seperti 'Murder on the Orient Express', 'And Then There Were None' dan 'The Murder of Roger Ackroyd', menjadi bukti kejeniusannya. Selain banyak yang diadaptasi ke layar kaca, novel Agatha juga sering dialihbahasakan ke bahasa selain Bahasa Inggris, termasuk ke dalam Bahasa Indonesia.
Siapa sangka, bahkan penulis produktif semacam Agatha tidak selalu mulus dalam memulai karyanya. Ia mengaku terkadang susah payah dalam mengawali menulis. Agatha biasanya mempunyai buku latihan tersendiri tempat dia menuangkan gagasan yang terbersit di kepalanya. Ide tersebut kemudian dia beri label. Mula-mula ia memunculkan ide metode pembunuhan lalu siapa yang membunuh baru motif si pelaku. Ia selalu mencari jalan cerita kriminal yang ia susun sedemikian rapi sehingga membuat pembaca penasaran.

3. J. K Rowling (Lahir 1965)

Novel 'Harry Potter' sukses melambungkan penulis dengan nama asli Joanne Rowling ini. Pada Oktober 2014, Forbes menurunkan tulisan yang memperkirakan merek Harry Potter bernilai $15 miliar berkat antusiasme jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Imajinasi dan teknik penceritaan Rowling yang luar biasa dalam novel tersebut pun mencuatkan proses kreatif Rowling. Ia tak tanggung-tanggung menyisihkan waktu yang lama saat ide Harry Potter pertama kali muncul. Konstruksi wujud novel tersebut ia pikirkan selama berjam-jam. Barulah setelah ia meyakini ide tersebut bagus, proses menulis dilakukan. Demi mematangkan ide, Rowling membutuhkan konsistensi hebat bertahun-tahun hingga melahirkan fantasi Harry Potter yang ajaib.Tak jarang ia menulis sepanjang malam saat pikirannya benar-benar fokus. Bahkan, ia pernah menginap di hotel demi memperoleh konsentrasi yang penuh tanpa gangguan apa pun.

Demikian secuil kebiasaan menulis tiga wanita luar biasa yang menyihir dunia dengan fiksi mereka hingga kini. Ada yang mau coba?


  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Mereka memikirkan matang-matang konsepnya. Setelah 'oke' baru mereka menulisnya. Beda dgn kita konsep tak ada, mengalir saja makanya gak jelas dan amburadul. ...

    Tulisan yg inspiratif.
    Mksi.....

    • Lihat 1 Respon

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    keren dho...tambah wawasan...kenapa mesti 3? angka keramatkah? #eh

    • Lihat 5 Respon

  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Ditunggu yang versi penulis laki-lakinya