Dulu Benci Sekarang Cinta Mati

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 08 Juli 2016
Dulu Benci Sekarang Cinta Mati

Walau saya hobi membaca sejak masih kecil, dulu menikmati cerpen, novel apalagi puisi tak pernah masuk dalam daftar aktivitas yang ingin saya lakukan. Eny Wulandari yang realistis sewaktu remaja ogah membaca novel sebab menganggap tak ada gunanya, tak bisa membuatnya kaya. Bak menelan air ludah sendiri saya malah masuk ke jurusan Sastra Inggris. Awalnya saya mengharapkan akan belajar tata bahasa dan membaca, keahlian yang akan membuat saya menjadi pengajar yang baik setelah saya lulus walau dalam hati saya tidak pernah mau berprofesi menjadi guru atau dosen.

Saya pun terkecoh. Tata bahasa hanya saya terima hingga semester 3, selebihnya adalah tentang sastra, membaca dan menulis. Yang paling menohok adalah bahan yang paling sering dibahas di kelas adalah tentang drama, novel dan puisi—yang dulu saya benci akhirnya saya pelajari setiap hari. Hingga semester ke-3 saya merasa nyasar. Beruntung saya cukup sabar hingga dipertemukan oleh dua dosen luar biasa yang membuat saya menemukan nikmatnya menjelajahi sastra.

Kini, membaca novel menjadi hal yang sangat saya sukai. Tak hanya berperan penting mengasah imajinasi saya, membaca novel dan karya sastra lainnya membuat saya lebih cerdas secara emosi dan sosial.

Saya termasuk orang yang sangat beruntung. Saya mempelajari hal yang saya sukai dan memperoleh nafkah mengerjakan hal yang menjadi favorit saya, yakni membaca, berkomunikasi, menulis dan menerjemahkan. Sempat beberapa tahun menjadi pewarta di harian berbahasa Inggris dan media online akhirnya tuntutan energi dan beban kerja wartawan yang terkadang tak masuk di akal membuat saya memilih dunia kreativitas, bekerja di kantor dari yang sebelumnya melanglang buana menyusuri petak ibukota.

Hal yang membuat saya senang berada di Inspirasi.co adalah selain teman sekantor yang sangat kreatif dan baik hati, saya juga berkesempatan urun pendapat membedah tulisan inspirator baik yang pemula mau pun profesional.

Bagi orang yang mengenal saya dari luar, mungkin saya dinilai orang yang ramah, bersahabat, suka basa-basi dan asyik. Untuk yang memahami saya bertahun-tahun pasti mengetahui bahwa saya sebenarnya adalah orang yang keras kepala, gampang stres dan cenderung ambisius.

Selain membaca dan menonton pertandingan olahraga, saya suka segala hal berbau vintage, termasuk mengunjungi museum dan bangunan dengan arsitektur kuno. Berbeda dengan rekan setim di Inspirasi.co yang rata-rata doyan nonton film, saya cenderung kurang update. Dulu saya bisa rajin menonton DVD, apalagi film komedi, tetapi sekarang daripada nonton film, saya lebih memilih tidur, LOL!


  • Azwar Rachman
    Azwar Rachman
    1 tahun yang lalu.
    Saya saranin film comedy buat mbak en Hot shots, Hangover sama Jhonny English. lumayan buat ngurangin stress haha

    • Lihat 1 Respon

  • Reni Fauziah
    Reni Fauziah
    1 tahun yang lalu.
    Jagoan emang munculnya belakangan Hehe... Mantep mba en..

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Wah minat kita sama mbak, bedanya saya gak pernah benci tapi sejak kecil udah cinta matiiii, hehehe

    • Lihat 1 Respon

  • Eny Wulandari
    Eny Wulandari
    1 tahun yang lalu.
    Haha, biar taunya nggak cuma cirendeu-kantor ya, Fahd..

  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Kapan-kapan menelusuri petak ibukota lagi supaya Rezky bisa jalan-jalan... hahaha