Reni Fauziah: Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Inspiratif
dipublikasikan 28 Juni 2016
Reni Fauziah: Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya

 

Anggota tim kreatif Inspirasi.co yang satu ini bisa dibilang mewarisi bakat seni dari sang kakek. Reni Fauziah lahir di tengah keluarga pecinta seni gores. Rata-rata anggota keluarganya suka dan jago menggambar walau pada akhirnya hanya dia dan sang adik yang terjun ke dunia profesional di bidang ini.

“Cita-cita dari SD sebenarnya ingin menjadi 'fashion designer' soalnya dulu lebih senang gambar baju sama cewek. Tapi malah melenceng ke desain grafis.. nggak apa-apa yang penting masih berkutat sama gambar, warna dan kawan-kawannya soalnya nggak bisa lepas sama hobi yang satu ini,” kata Reni yang kelahiran Bogor ini.

Ia mengaku nyasar masuk ke jurusan Desain Komunikasi Visual di salah satu universitas di ibukota. “Kirain ada desain baju (di jurusan itu). Maklum orang awam,” imbuh warga Depok ini. Meski demikian, ia tidak terpikirkan untuk pindah jurusan sebab telanjur klop dengan teman sekelas dan menikmati proses kuliah berikut segala tugasnya dengan baik.

Ia mengatakan lebih fokus menciptakan gambar berbau perempuan dengan alasan sederhana bahwa baginya perempuan lebih banyak mempunyai keindahan untuk dilukiskan.

“Aku nggak punya 'style' khusus buat gambar. Sedapatnya inspirasi dan sedapatnya 'mood',” ungkapnya. Gambar ilustrator nasional Irene Saputra menjadi salah satu yang ia sukai sebab mengandung filosofi kuat walaupun karyanya sederhana. “Dan lagi-lagi aku suka karena kebanyakan obyek yang dia gambar adalah cewek.”

Sebelum bergabung di Inspirasi.co, Reni banyak bekerja sebagai pekerja lepas sehingga bekerja di Inspirasi.co membuatnya sangat senang sebab mempunyai kesempatan belajar mengolah elemen desain.

Dalam kesehariannya Reni adalah rekan kerja yang kreatif, asyik dan cepat beradaptasi. Ia suka mendengarkan semua jenis musik, kecuali genre 'hardrock', dan kini sedang berupaya putus hubungan dengan drama Korea sebab membuatnya kecanduan. Film genre horor dan 'action' juga masuk ke dalam daftar film yang sering ia lahap.

Pastinya, Reni juga menyukai anime Jepang. “Favoritku Jigoku Sensei Nube (1996-1997) dari zaman SD sampai sekarang. Aku belum bisa 'move on' dari kartun 90an,” pungkasnya.