Empat Alasan Orang Produktif Lebih Bahagia Dibandingkan yang Tidak

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2016
Empat Alasan Orang Produktif Lebih Bahagia Dibandingkan yang Tidak

 

Semua pasti sepakat kebahagiaan menjadi salah satu tujuan orang hidup. Ada banyak salah kaprah yang masih menjadi pegangan orang; bahwa perlu mencapai ini dan itu sebelum akhirnya bisa bahagia. Atau masih ada pula yang berpendapat diperlukan uang atau materi berlimpah agar bisa bahagia. Padahal tidak selalu benar loh. Menjadi orang yang produktif adalah salah satu kunci menikmati hidup yang menyenangkan. Tidak percaya? Yuk simak:

 

1. Mengalahkan pikiran negatif


Saat sedang sendiri dan bermalas-malasan, coba deh inspirator menghitung berapa banyak pikiran yang melintas dalam benak masing-masing. Ada pepatah yang mengatakan kita harus menjaga mulut saat berada dalam keramaian dan kita wajib menjaga pikiran saat sedang sendiri. Tak jarang pikiran yang lebih dominan justru negatif, bahkan tanpa diundang sekali pun. Menyibukkan diri bisa menjauhkan kita dari rasa tidak berguna, kecewa atau segudang ekses negatif yang bisa jadi muncul jika kita memilih terlena dalam jebakan lamunan tak menentu.

 

2. Bangga terhadap diri sendiri


Lebih memilih menuangkan kegelisahan dalam bentuk tulisan dibandingkan duduk berjam-jam di samping jendela. Cenderung membuat komposisi lagu daripada membuang-buang waktu berjam-jam 'chatting' mengutarakan keluhan dan masalah yang dihadapi. Bergegas mengisi akhir pekan menekuni hobi di tengah godaan cuaca mendung yang merayu menghabiskan libur hanya dengan tidur dan menonton acara televisi. Adakah hal kecil yang bisa membuat inspirator bangga terhadap diri sendiri selain dari itu semua?

 

3. Produktif = meminimalisir stres


Atasan memberikan tugas menumpuk dengan tenggat waktu satu minggu. Hari pertama hingga ke-3, inspirator malah banyak mengisi waktu dengan bersantai, bahkan menunda-nunda pekerjaan. Walhasil, stres memuncak di detik terakhir atasan menagih hasil pekerjaan inspirator. Bayangkan juga situasi dimana sebenarnya inspirator memiliki banyak ide di kepala tetapi memilih menunda mengeksekusinya. Yang ada inspirator akan kecewa terhadap diri sendiri saat melihat ada orang lain yang membuat karya mirip dengan yang sebelumnya inspirator pikirkan. Mengecewakan diri sendiri bisa membuat lebih stres loh..

 

4. Terima kasih untuk diri sendiri


Otak akan berterima kasih jika inspirator terus menantangnya berpikir tak peduli usia beranjak menua. Badan turut berterima kasih jika diajak berolahraga. Hati akan berterima kasih apabila diarahkan berkumpul dengan orang yang juga positif. Menerima ucapan terima kasih dari dan untuk diri sendiri tak hanya membuat senang tetapi juga melegakan dan membebaskan diri dari banyak beban.

*Ditulis tak hanya untuk calon inspirator, inspirator tetapi juga untuk tim Inspirasi.co sendiri.*

 

Gambar oleh Reni Fauziah.