Inspirator Minggu Ini: Mutia Rini

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Inspiratif
dipublikasikan 24 Mei 2016
Inspirator Minggu Ini: Mutia Rini

Mutia Rini adalah salah satu inspirator ‘hitmaker’ di Inspirasi.co. Kami menyebut Inspiration Seeker ini tipikal kreator yang efektif, dalam arti lebih terdepan dalam urusan kualitas dibandingkan kuantitas.

Hampir seluruh tulisannya, yang sementara ini baru berjumlah tujuh buah, sukses membujuk ratusan hingga ribuan pasang mata yang akhirnya membacanya. Dua dari total tujuh karya tersebut, “Zoya dan Jilbab Halalnya: Campaign Pintar yang Salah Langkah” dan “Menjual Produk Lewat AADC 2” bahkan kami masukkan ke dalam daftar karya terpilih dari redaksi Inspirasi.co.

Keunikan inspirator asal Jakarta ini adalah ia memfokuskan tulisan-tulisannya ke bidang yang memang ia tekuni, yang tak jauh dari topik pemasaran, komunikasi, ‘branding’ hingga terkadang sastra. Ia juga cerdas dalam memilih tema yang akan ia tulis. Tulisan yang ia telurkan sangat bersinggungan dengan isu yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat.

Ketika sedang ramai jilbab halal, ia urun rembug dalam “Zoya dan Jilbab Halalnya: Campaign Pintar yang Salah Langkah”. Dengan bahasa yang asyik, ringan tetapi tetap berbobot, tulisan ini mencerminkan sudut pandang dia sebagai penikmat dan pengamat dunia pemasaran, bukan yang kebanyakan orang suarakan dari sudut pandang agama.

Sikap Mutia Rini yang kritis ia lengkapi dengan data dan solusi yang bisa ditempuh. Misalnya, dalam “Jadi, Blue Bird Harus Bagaimana?”, ia mengungkapkan keluh kesahnya tentang demo anarkis supir taksi beberapa waktu lalu plus solusi yang ditawarkan. Dia menjauhkan diri dari sikap menyalahkan atau menghakimi dengan minim solusi.

Kejelian Mutia Rini dalam menangkap celah fenomena terkadang membuat takjub yang berujung tawa atau merasa tersindir. Kami menyodorkan tulisannya yang berjudul “Menjual ‘Dosa' di Era Sehat” dimana inspirator bisa merasa ‘tertusuk’ dengan fakta yang ia beberkan, yang bisa jadi mewakili perasaan banyak orang.

Atau silahkan cek tulisan terakhirnya “Menjual Produk Lewat ADDC 2” untuk mengetahui betapa Mutia jeli membaca strategi bisnis dengan mendompleng euforia film ‘Ada Apa dengan Cinta 2?”. Akhir tulisan yang memadukan iklan plus ‘tagline’-nya membuat tulisan ini terasa sangat mengigit dan meninggalkan sensasi cengar-cengir setelah membacanya.

Tetaplah berkarya, Mutia!