Inspirator Minggu Ini: Hendra Januar

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Inspiratif
dipublikasikan 10 Mei 2016
Inspirator Minggu Ini: Hendra Januar

Meski masih berstatus Inspiration Seeker, Hendra Januar mencuri perhatian kami dengan tulisan-tulisannya yang sanggup membuat pembaca merenung. Antara ia mengambil tema yang memang berat atau entah karyanya begitu mewakili pikiran banyak orang, yang jelas Hendra menjadi satu dari tidak banyak jenis inspirator yang konsisten menekuni topik yang ia sukai, salah satunya adalah filsafat.

Pertama-tama kami ajak inspirator mengklik tulisan ini: ‘Apa yang Sebenarnya Kita Inginkan?’ Tulisan bergenre filsafat ini enak sekali dibaca dan sarat pesan bahkan bagi mereka yang awam dengan tokoh yang dimaksud sekali pun. Tidak mudah bisa menuangkan ide yang cukup berat sebagaimana terdapat dalam tulisan tersebut dengan bahasa yang ringan. Nilai plus dari tulisan ini adalah kita juga bisa belajar mengenai filsafat Diogenes dan bagi yang suka sejarah bisa mempelajari sisi lain dari seorang Aleksander Agung, tokoh penakluk dunia zaman dulu.

Yang suka topik cinta, bisa melipir juga ke sini. Tetapi jangan berharap yang didapatkan tulisan romansa picisan sebab Hendra menelurkan tulisan cinta yang seperti biasanya, menstimulasi pembaca agar merenung. ‘Cinta, Sayang Sekali’ adalah bukti bahwa di tangan Hendra, topik ini pun lagi-lagi menjadi bahan untuk berkaca dan bertanya pada diri sendiri apakah cintamu, cinta kita, cinta siapa pun pada zaman sekarang wajib memiliki simbol.

‘Di Hadapan Cermin’ melahirkan nuansa tafaktur yang sungguh pribadi. Betapa Hendra berhasil membuat cermin mempunyai makna filosofis yang luar biasa, benda mati yang bisa menjadi guru bagi siapa yang memandangnya. Tulisan pendek ini pun kaya dengan kalimat puitis, yang layak dikutip dan disebarluaskan, seperti di bawah ini:

“Di saat orang-orang ramai berbicara dan saling mengingatkan satu sama lain, cermin tetap menjadi dirinya yang memantulkan pengertian tentang siapa saya sebenarnya. Cermin tahu, kata-kata lebih sering melukai hati manusia.”

Semoga kami akan lebih sering menikmati keindahan dan kedalaman tulisan-tulisanmu lagi, Hendra.