Karya Terbaik Pilihan Redaksi

Redaksi inspirasi.co
Karya Redaksi inspirasi.co Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 15 April 2016
Karya Terbaik Pilihan Redaksi

 

Tulisan karya Mutia Rini : "Menjual Produk Lewat AADC 2"

 

Catatan redaksi: Mutia Rini selalu tahu caranya mencari ide segar di balik topik kekinian dengan tetap berhubungan dengan bidang yang ia paham betul yaitu pemasaran. Betapa tulisan ini semacam "eye-opening" jelang penayangan sekuel film yang pernah menggelegar di masanya, Ada Apa Dengan Cinta. Hal ini disebabkan sang penulis justru menyoroti banderol iklan yang "nebeng" ketenaran Ada Apa Dengan Cinta 2 lalu kepandaian "marketer" mengaitkan jualan produk iklan dengan penggalan kisah film ini sehingga iklan mereka terlihat menggelitik dan enak ditonton. Bobot tulisan ini bertambah dengan pengetahuan tentang fenomena produk dan film di Hollywood yang pernah tenar di masanya, kurang lebih sama dengan yang terjadi dengan sekuel ini. Ada yang berhasil dan ada pula yang hanya membuat sebal penonton. Akhir tulisan yang dihiasi "tagline" produk iklan terkenal membuat rumusan ide Mutia Rini sukses membuat pembaca senyum atau bahkan tertawa. Top!

 

 

Video karya Fahri Rizki Cheko : "Past - Present - Fututre In Cianjur"

 

Catatan redaksi: Video pariwisata dan traveling ini asyik. Gambarnya keren, editingnya keren. Pilihan footage dan sudut pengambilan gambarnya juga sangat “bunyi”. Hal-hal sederhana yang ditampilkan dalam video ini juga tampak sangat artistik dan bercerita sesuatu. Dan tentu saja, musiknya juga sangat mendukung. Video ini berhasil menciptakan imaji baru tentang Cianjur.

Di antara belasan karya Fahri Rizki Cheko, Past-Present-Future ini termasuk dalam jajaran yang bagus.

 

 

Foto karya Deni Ahmad : "Melepas Lelah"

 

Catatan redaksi: Foto dan judulnya saling berkesinambungan “Melepas Lelah” yang seakan menceritakan seseorang telah kelelahan mendaki bukit dan beristirahat di mulut jurang. Teknik pengambilan angle fotonya bagus dan tepat sekali. Beristirahatlah sejenak jangan terlalu memaksakan diri, begitulah pesan yang terkandung dalam foto ini. Keren fotonya mas bro!

 

 

Grafis karya Erwin Malaikat Kecil : "Edisi Komputer Masih Rusak"

 

Catatan redaksi: Satu lagi karya Erwin Malaikat Kecil yang tetap konsisten di jalur yang sama yaitu menuangkan kritik atau keresahan terhadap masalah di masyarakat melalui gambar lucu. Coretan tangannya kali ini sederhana, kocak dan pastinya "berbunyi". Simbol perut yang super buncit menjadi lambang yang sangat pas mengutarakan kritik terhadap mereka yang makmur dengan mengorupsi uang rakyat. Sayangnya, para oknum tersebut tak terjamah dinginnya lantai penjara sebab mereka bahkan bisa "membeli" dengan uang dan kekuasaan yang dimiliki.

 

 

Audio karya The Tuns : "The Tuns - Realita Negeri"

 

Catatan redaksi: Sebuah lagu dari The Tuns yang menceritakan tentang "Realita Negeri" ini memang menarik sekali. Lagu The Tuns yang sebelumnya juga berjudul "Macet" sangat bagus. Band karya anak bangsa yang mengungkapkan opininya lewat musik ini perlu diapresiasi. Penggalan lagu The Tuns yang berbunyi di bodohi, di bohongi bahkan di kebiri memang betul, carut-marut realita kebangsaan kita saat ini bukanlah atas kekhilafan para pendiri bangsa ini dahulu, namun lebih pada kebodohan dan kebuasan elite negeri saat ini. Sepertinya para petarung politik negeri ini mengalami amnesia akut pada penegasan presiden Soekarno ini dalam sebuah rapat BPUPKI tahun 1945:

“Apa guna grondwet kalau ia tak dapat mengisi perut orang yang hendak mati kelaparan, maka karena itu, jikalau kita benar-benar hendak mendasarkan negara kita kepada paham kekeluargaan, paham tolong-menolong, paham gotong-royong, dan keadilan sosial, enyahkan tiap-tiap pikiran, tiap-tiap paham individualisme dan liberalisme daripadanya!”